BIAK, Papuaterkini.com – Anggota Komisi IV DPR Papua, Marthinus Pasang, A.Md.Pi, kembali turun ke daerah pemilihannya dalam kegiatan reses tahap III. Kali ini, reses dipusatkan di Kampung Insiri, Distrik Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (13/12/2025).
Reses tahap III ini dilaksanakan setelah DPR Papua menuntaskan Sidang Paripurna Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Papua Tahun Anggaran 2026. Melalui kegiatan tersebut, Marthinus Pasang membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi dan masukan dari warga.
Anggota DPR Papua dari Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa kehadirannya di Kampung Insiri bertujuan untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan Biak Numfor–Supiori.
“Tujuan saya datang adalah untuk berdiskusi dengan bapak dan ibu sekalian. Apa yang bisa saya jawab akan saya sampaikan, dan hal-hal lain tentu akan saya komunikasikan dengan stakeholder terkait sesuai tugas dan fungsi kami sebagai mitra,” ujar Marthinus Pasang mengawali pertemuan.
Dalam dialog yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya dukungan pembangunan gereja GKI di Sopen, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, perumahan rakyat, serta perhatian terhadap SMK Negeri 3 Kemaritiman Sopen di Distrik Biak Barat.
Salah satu warga, Theo Wanma, secara khusus meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua terhadap kondisi SMKN 3 Kemaritiman Sopen. Ia menilai sekolah tersebut membutuhkan dukungan pembangunan pagar pengaman, tenaga pengajar, serta pengembangan sarana dan prasarana.
“Kami minta pembangunan pagar pengaman sekolah SMKN 3 Kemaritiman diperhatikan pemerintah, termasuk tenaga pengajar dan pengembangan sarana prasarana. Sekolah ini harus dikelola dengan baik,” ujar Theo.
Theo berharap SMKN 3 Kemaritiman Sopen dapat dikembangkan menjadi sekolah kejuruan unggulan di bidang kelautan dan perikanan, tidak hanya di Papua, tetapi juga di kawasan Indonesia Timur.
“Kami berharap SMKN 3 Kemaritiman ini bisa menjadi sekolah terkemuka. Letaknya di Biak sangat strategis karena Biak dikenal memiliki potensi besar di sektor perikanan dan kelautan,” tambahnya.
Dalam suasana diskusi yang berlangsung santai dan terbuka, masyarakat secara bergantian menyampaikan pandangan dan harapan agar keberadaan SMKN 3 Kemaritiman mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Marthinus Pasang menegaskan bahwa seluruh masukan warga telah dicatat dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada.
“Apa yang bapak ibu sampaikan sudah kami catat semua. Ini akan kami lanjutkan sesuai tugas dan fungsi kami di Komisi IV DPR Papua dan fraksi. Perlu dipahami, ada kewenangan Pemerintah Provinsi Papua dan ada juga Pemerintah Kabupaten Biak Numfor,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir berada di tangan eksekutif atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Namun demikian, DPR Papua akan terus membangun komunikasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui fungsi pengawasan dan penganggaran.
“Kami akan berupaya optimal memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai fungsi kami,” tegasnya.
Kegiatan reses tahap III tersebut dihadiri sekitar 100 orang warga, yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh adat, pemuda, serta kaum ibu di Kampung Insiri. (un)















