HKJSM Papua Gelar Kunjungan Kasih ke Gereja Paroki Santo Willibrordus Arso Kota

Ketua Umum DPP HKJSM di Tanah Papua DR H Sarminanto, SH, MM bersama Ketua DPW HKJSM Papua DR Karsudi SP, MSi dan Ketua Srikandi HKJSM Budi Dayani bersama foto bersama dalam kunjungan kasih di Gereja Paroki Santo Willibrordus Arso Kota, Keerom, Minggu, 21 Desember 2025.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura (HKJSM) di Tanah Papua bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HKJSM Papua, Srikandi dan Pemuda HKJSM Papua menggelar kunjungan kasih ke Gereja Paroki Santo Willibrordus Arso Kota, Kabupaten Keerom, Minggu (22/12/2025).

Kunjungan kasih ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu, Natal 2025, serta menyambut Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua Umum DPP HKJSM di Tanah Papua, Dr. H. Sarminanto, SH, MM, didampingi Ketua DPW HKJSM Papua Dr. Karsudi, SP, MSi, serta Ketua Srikandi HKJSM Papua Budi Dayani.

Dalam kegiatan tersebut, HKJSM Papua menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada anak-anak asuhan Gereja Paroki Santo Willibrordus Arso Kota. Sebelumnya, rombongan HKJSM Papua juga telah melaksanakan kunjungan kasih ke Yayasan Humania Polimak di Kota Jayapura serta Panti Jompo Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Ketua Umum DPP HKJSM di Tanah Papua, Dr. H. Sarminanto, SH, MM mengatakan, kunjungan kasih ini merupakan wujud nyata pendekatan sosial dan kekerabatan antar sesama, sekaligus bagian dari silaturahmi lintas iman dan budaya di Tanah Papua.

Kunjngan kasih DPP, DPW HKJSM Papua, Srikandi HKJSM dan Pemuda HKJSM di Yayasan Humania.

“Kegiatan ini bertepatan dengan menjelang perayaan Natal saudara-saudari kita umat Katolik. Tidak salah jika kami hadir untuk ikut berbagi kasih melalui bakti sosial. HKJSM bukan hanya organisasi kemasyarakatan, tetapi juga organisasi sosial yang mengedepankan persaudaraan dan kerukunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, HKJSM hadir tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang suku. Menurutnya, seluruh warga yang hidup di Papua merasakan suka, duka, dan kebahagiaan yang sama.

“Kami mungkin tidak membawa bantuan dalam jumlah besar, tetapi inilah bentuk kepedulian dan donasi dari teman-teman HKJSM. Mudah-mudahan tidak dilihat dari nilainya, melainkan dari ketulusan berbagi dan semangat kerukunan yang terus kita wujudkan, bukan sekadar slogan,” katanya.

Sarminanto berharap, melalui momentum Natal 2025, nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan lintas perbedaan terus tumbuh demi membangun Papua, khususnya di Kabupaten Keerom dan sekitarnya.

“Kehadiran kami ini semoga menambah nilai persaudaraan dan menguatkan pesan bahwa tidak boleh ada sekat dalam merawat kerukunan umat di Tanah Papua,” tambahnya.

Kunjungan kasih DPP, DPW HKJSM, Srikandi dan Pemuda HKJSM di Panti Jompo Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sementara itu, Ketua DPW HKJSM Papua, Dr. Karsudi, SP, MSi menegaskan bahwa Papua merupakan miniatur Indonesia karena seluruh suku bangsa di Nusantara hidup berdampingan di tanah ini.

“Mengapa Papua tetap damai? Karena prinsip kasih menembus perbedaan. Tanpa sekat agama, tanpa sekat suku dan kelompok. Inilah Papua. Kita patut bersyukur Papua aman, tenteram dan damai, sejalan dengan visi Papua Cerah: Papua Cerdas, Papua Sejahtera, dan Papua Harmoni,” jelas Karsudi.

Ia menambahkan, kemajuan Papua hanya bisa terwujud melalui moderasi beragama dan sikap saling menghormati antarumat.

“Jangan berhenti sampai di sini. Tali kasih dan semangat berbagi harus terus dipupuk agar kita memperoleh keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat,” imbuhnya.

Mewakili Gereja Paroki Santo Willibrordus Arso Kota, Suster Engelika menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta bantuan sembako yang diberikan HKJSM Papua.

“Terima kasih atas kepedulian HKJSM kepada anak-anak kami yang sangat membutuhkan bantuan ini. Semua ini karena kasih,” ujarnya.

Suster Engelika menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 70 anak tingkat SMP dan SMA/SMK yang tinggal di Asrama Gereja Paroki Santo Willibrordus Arso Kota, terdiri dari 50 anak perempuan dan 20 anak laki-laki.

“Sebagian besar anak-anak berasal dari Nabire dan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Saat ini mereka sedang libur sekolah,” jelasnya.

Meski hidup dalam keterbatasan, anak-anak tersebut tetap bersyukur dan memiliki semangat tinggi untuk belajar dan berkembang. Pihak gereja terus menanamkan nilai kedisiplinan dan pembentukan karakter sebagai bekal masa depan mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *