Pemprov Papua Matangkan Renstra 2025–2029, Sinkronisasi Program Jadi Prioritas

Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen didampingi Pj Sekda Papua Christian Sohilait saat membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Renstra 2025-2026 di Hotel Aston Jayapura, Selasa, 20 Januari 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menekankan pentingnya keselarasan program dan ketajaman target kinerja dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025–2029.

Penegasan itu disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Papua Aryoko AF Rumaropen pada Forum Perangkat Daerah dalam rangka Penyusunan Renstra Perangkat Daerah di Hotel Aston Jayapura, Selasa (20/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Forum Perangkat Daerah sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan pemikiran, memperkuat komitmen, serta mempertajam arah pembangunan Papua lima tahun ke depan.

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan Papua yang terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Aryoko saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa penyusunan Renstra Perangkat Daerah bukan hanya kewajiban administratif, melainkan instrumen utama dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua 2025–2029 ke dalam program, kegiatan, dan target kinerja yang konkret serta terukur.

Adapun visi pembangunan Provinsi Papua 2025–2029 adalah “Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni Papua Cerah.” Visi tersebut menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan, serta kehidupan sosial yang harmonis dalam bingkai persatuan dan keberagaman.

“Setiap perangkat daerah harus menjadikan visi ini sebagai roh dan arah utama dalam menyusun Renstra, agar seluruh program benar-benar berkontribusi terhadap transformasi Papua yang berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan empat penekanan utama. Pertama, keselarasan dan sinkronisasi antara Renstra Perangkat Daerah dengan RPJMD Provinsi Papua, kebijakan nasional, serta program kabupaten/kota agar tidak terjadi tumpang tindih dan pemborosan anggaran.

Kedua, ketajaman target kinerja, dengan indikator yang jelas, sasaran program yang terukur, serta lokasi kegiatan yang spesifik. Menurut Gubernur, setiap alokasi anggaran harus memberikan dampak nyata dan memiliki efek pengganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, fokus pada isu-isu strategis daerah, seperti pengurangan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta pemantapan infrastruktur dasar dan kualitas layanan publik.

Keempat, penguatan partisipasi pemangku kepentingan. Gubernur mendorong agar seluruh masukan dari stakeholder dimanfaatkan secara konstruktif sehingga Renstra yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Papua.

“Saya berharap Renstra tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi pedoman kerja yang hidup, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Gubernur mengajak seluruh peserta forum untuk berdiskusi secara terbuka dan produktif demi merumuskan arah pembangunan terbaik bagi masa depan Papua.

“Dengan sinergi dan komitmen bersama, saya yakin transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis dapat kita wujudkan secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *