SERUNAI 2025 Dorong Kelancaran Transaksi Natal, Penukaran Uang Naik 369 Persen di Papua

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturrahman.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Program Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) Papua 2025 mencatatkan kinerja positif dalam menjaga ketersediaan uang tunai di tengah masyarakat.

Sepanjang pelaksanaan program, Bank Indonesia melayani penukaran uang Rupiah kepada lebih dari 3.000 orang dengan total nilai penukaran mencapai Rp34,5 miliar.

Capaian tersebut meningkat signifikan sebesar 369 persen dibandingkan realisasi SERUNAI tahun 2024. Uang Pecahan Kecil (UPK) yang paling banyak diminati masyarakat adalah pecahan Rp5.000 dan Rp10.000, yang umumnya digunakan untuk kebutuhan ibadah, sosial, dan aktivitas ekonomi menjelang Natal.

SERUNAI 2025 merupakan inisiatif Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, khususnya di wilayah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal.

Di Provinsi Papua, kegiatan ini diawali dengan Kick-Off di Kantor Gubernur Papua pada 8 Desember 2025 dan berlangsung hingga 23 Desember 2025.

Pelaksanaan SERUNAI di Papua dilakukan melalui sinergi berbagai pihak, antara lain rumah ibadah seperti GKI Sion, GKI Pengharapan, Gereja Immanuel Hamadi, Gereja Gembala yang Baik, Gereja Pengharapan Sentani, dan Gereja Santo Petrus, serta dukungan instansi pemerintah dan fasilitas publik.

Layanan penukaran juga digelar di sejumlah lokasi strategis seperti Kantor Gubernur Papua, Polda Papua, Mako Kodaeral X, Bandara Sentani, dan Pelabuhan Jayapura. Selain itu, Bank Indonesia juga mengoperasikan 7 Kas Titipan di wilayah Biak, Serui, Sorong, Nabire, Timika, Wamena, dan Merauke untuk memperluas jangkauan layanan.

Di luar kegiatan SERUNAI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua juga secara konsisten melaksanakan layanan Kas Keliling di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) sepanjang tahun 2025. Program ini bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah sulit akses, tetap mendapatkan layanan penukaran uang yang memadai.

Sepanjang 2025, Kas Keliling Bank Indonesia menjangkau 24 titik layanan yang tersebar di berbagai kabupaten, antara lain Merauke (Distrik Ilwayab), Keerom (Arso 2 dan Distrik Senggi), Boven Digoel (Tanah Merah), Mamberamo Raya (Kasonaweja), Mappi (Keppi), Supiori (Sorendoeri), Waropen (Pasar Uri Waren), Paniai (Enarotali dan Distrik Madi), Deiyai (Tigi), Dogiyai (Moanamani), Yalimo (Elelim), Mamberamo Tengah (Kobakma), Asmat (Agats), Tolikara (Karubaga), Pegunungan Bintang (Oksibil), Puncak Jaya (Mulia), serta sejumlah distrik di Kabupaten Jayapura seperti Nimboran, Demta, Depapre, dan Nimbokrang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, menyampaikan bahwa peningkatan layanan penukaran uang melalui SERUNAI dan Kas Keliling merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada momen keagamaan dan di wilayah dengan keterbatasan akses layanan perbankan. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *