KEPP Otsus Papua Kunjungi Sekolah Rakyat Terpadu 75 Jayapura, Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

Anggota KEPP Otsus Papua, Ignatius Yogo Triyono, Willy Mambrasar dan Yanni foto bersama anak-anak SD Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 75 Jayapura dalam kunjungan, Rabu, 4 Februari 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 75 Jayapura yang berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Papua, Pasir II, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Rabu (4/2/2026).

Tiga Anggota KEPP Otsus Papua, yakni Ignatius Yogo Triyono, Willy Mambrasar, dan Yanni, disambut langsung oleh Kepala SRT 75 Jayapura, Abigael Kalami. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang makan hingga asrama siswa, serta memberikan dukungan moril kepada para murid agar tetap fokus dan semangat dalam belajar.

Kepala SRT 75 Jayapura, Abigael Kalami, memaparkan bahwa sekolah rakyat ini mulai beroperasi sejak 29 September 2025, diawali dengan proses registrasi peserta didik dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua bulan.

“Sekolah Rakyat ini unik karena sebelum proses belajar dimulai, seluruh siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Jadi, aspek kesehatan anak-anak juga menjadi perhatian utama,” ujar Abigael.

Ia menjelaskan, peserta didik SRT 75 Jayapura direkrut oleh Dinas Sosial Provinsi Papua dengan target 100 anak, namun yang terealisasi sebanyak 97 siswa, terdiri dari 50 siswa SMP dan 47 siswa SD.

Untuk tenaga pendidik, saat ini tersedia 9 guru P3K, namun jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi. “Kami masih membutuhkan sekitar enam guru mata pelajaran tambahan. SD baru memiliki dua guru dan SMP juga dua rombongan belajar,” ungkapnya.

Guna mengatasi kekurangan tenaga pengajar, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Biro Umum Kementerian Sosial RI terkait kemungkinan rekrutmen guru lokal atau guru bantu.

Abigael juga menambahkan, SRT 75 Jayapura menerapkan pola sekolah berasrama, dengan dukungan wali asuh atau wali asrama yang bertanggung jawab mendampingi siswa di luar jam belajar, terutama dalam penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

“Sebagian siswa SD bahkan masih dari kelas I dan belum bisa membaca serta menulis, padahal sesuai juknis mestinya dari kelas IV. Ini tantangan besar bagi kami,” katanya.

Meski fasilitas sekolah belum sepenuhnya terpenuhi, termasuk seragam, antusiasme orang tua siswa sangat tinggi. Program Sekolah Rakyat yang merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto ini dinilai sangat membantu keluarga kurang mampu. Bahkan ke depan, orang tua siswa juga akan didukung melalui program pemberian modal usaha.

Anggota KEPP Otsus Papua, Yanni, mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan Sekolah Rakyat di Papua berjalan sesuai harapan dan tujuan pemerintah pusat.

“Kami tidak hanya bertemu kepala daerah, tetapi juga memastikan program strategis Presiden, khususnya Sekolah Rakyat, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yanni, Sekolah Rakyat mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, terutama orang tua siswa. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan kontribusi pemikiran agar program ini berhasil mencetak generasi unggul Papua di masa depan.

Terkait kekurangan guru, Yanni menegaskan hal tersebut bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. “Kami akan mendorong rekrutmen guru lokal agar tidak menimbulkan kecemburuan. Yang terpenting adalah kepentingan anak-anak,” tegasnya.

Atas nama KEPP Otsus Papua, Yanni juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas terobosan Sekolah Rakyat bagi Tanah Papua dan Indonesia.

Sementara itu,  Anggota KEPP Otsus Papua, Ignatius Yogo Triyono mengapresiasi tingginya semangat belajar anak-anak Papua di sekolah rakyat ini.

“Itu harus kita dorong terus. Program sekolah rakyat dari bapak Presiden harus kita dukung. Bayangkan ditengah kekurangan guru, tapi ibu kepala sekolah bersama guru yang ada, bisa mendidik anak-anak Papua sesemangat ini dan kemauan belajarnya sangat tinggi. Itu bisa kita lihat dari pancaran matanya,” katanya.

“Semoga mereka bisa menjadi anak-anak yang berhasil kelak, dengan pendidikan dari sekolah rakyat ini, kita harus berterimakasih kepada guru mendidik anak-anak dengan baik, bukan saja mendidik secara intelegensia, tapi juga mendidik secara mental dan akhlak, itu sangat penting. Saya lihat anak-anak sangat semangat dan sopan semua,” pungkasnya.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *