Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, didampingi seluruh pengurus wilayah PKB se Indonesia usai pelantikan
JAYAPURA, papuaterkini.com– Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) melantik komposisi dan personalia Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi nasional menghadapi perubahan zaman dan tantangan Pemilu 2029. Pelantikan tersebut menjadi momentum penegasan arah politik partai di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik global yang kian kompleks. Demikian di kutip dari laman Scientia.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa posisi pengurus wilayah sangat strategis karena peta dan model kompetisi Pemilu 2029 dipastikan berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.
“Kompetisi Pemilu 2029 mengubah seluruh model, tantangan, dan peta politik yang akan kita hadapi,” ujarnya dalam acara pelantikan pengurus wilayah PKB di Kawasan Pecenongan, Jakarta, Selasa (3/2)
Ia menyebutkan, perubahan drastis terjadi di hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Konstituen partai, kata dia, terus berubah seiring pengaruh gelombang sosial, ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Perubahan tersebut berdampak langsung pada pola pikir masyarakat, perilaku pemilih, serta realitas sosial ekonomi yang melingkupi kehidupan sehari-hari.
“Tingkat pendidikan, persepsi, dan pengalaman masyarakat dalam menghadapi perubahan sangat menentukan cara kita mengabdi kepada mereka,” katanya. Menurut dia, partai politik dituntut lebih adaptif dan tidak lagi mengandalkan pendekatan lama dalam merespons aspirasi publik.

Selain perubahan di tingkat nasional, Ketua Umum PKB juga menyoroti perubahan besar yang terjadi di tingkat global. Situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu dinilai telah menggeser pola kerja sama internasional dari multilateral ke bilateral. Sementara itu, sistem ekonomi global yang bertumpu pada kapitalisme dan liberalisme disebut semakin menunjukkan keterbatasan.
Sementara itu ketua DPW PKB provinsi Papua, Heru Suroso yang baru dilantik menyampaikan bahwa sesuai arahan Ketua Umum, Cak Imin kita akan mengawal pemahaman yang kuat terhadap gagasan, ideologi, dan konstitusi sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.(*)
*Dari laman: scientia.id















