IKAMI Sulsel dan BEM FEB UNIYAP Galang Dana untuk Korban Kebakaran Mandala Dok V

IKAMI Sulsel Korwil Papua dan BEM FEB UNIYAP foto bersama usai melakukan penggalangan dana untuk korban kebakaran di Lampu Merah Dok II Kota Jayapura.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Koordinator Wilayah (Korwil) Papua bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yapis Papua (FEB UNIYAP) menggalang dana kemanusiaan untuk membantu warga terdampak kebakaran di kawasan Mandala Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga yang menjadi korban musibah kebakaran, sekaligus mendorong solidaritas masyarakat dalam membantu proses pemulihan para korban.

Bendahara IKAMI Sulsel Korwil Papua, Rezkiana, mengatakan aksi penggalangan dana tersebut lahir dari kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kolaborasi ini lahir dari rasa kemanusiaan yang mendalam. Kami dari IKAMI Sulsel Korwil Papua bersama rekan-rekan BEM FEB UNIYAP merasa terpanggil untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita di Mandala Dok V yang sedang tertimpa musibah,” kata Rezkiana.

Menurut dia, penggalangan dana dilakukan pada Kamis, 3 September 2026. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada korban dalam bentuk berbagai kebutuhan dasar pada Sabtu, 5 September 2026.

Bantuan tersebut meliputi perlengkapan mandi, popok bayi, pakaian dalam pria dan wanita, susu untuk ibu hamil, serta pakaian layak pakai.

Rezkiana mengatakan, musibah kebakaran di kawasan pesisir dan padat penduduk menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian terhadap mitigasi bencana, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan infrastruktur keselamatan.

Ia menyebut setidaknya ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
Pertama, penyediaan jalur evakuasi dan akses jalan. Pemerintah dinilai perlu menata atau mencari solusi terhadap akses jalan yang sempit di kawasan permukiman padat agar armada pemadam kebakaran dan tim evakuasi dapat menjangkau lokasi kejadian dengan cepat.

Kedua, mitigasi bencana di kawasan pesisir. Pemerintah melalui dinas terkait didorong menyediakan hidran air yang siap digunakan di sejumlah titik permukiman padat, termasuk kawasan permukiman di atas air dan pesisir.

Ketiga, edukasi dan solusi antisipatif. Warga dinilai perlu mendapatkan pembekalan secara berkala mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran secara mandiri.

“Menurut saya, tiga poin tersebut tidak hanya penting bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir pantai, tetapi juga kawasan permukiman padat lainnya. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih siap mengantisipasi potensi bencana yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujarnya.

Pengurus IKAMI Sulsel Korwil Papua dan BEM FEB UNIYAP foto bersama saat meninjau lokasi kebakaran di belakang Stadion Mandala, Dok V Bawah, Kota Jayapura, Papua.

BEM FEB UNIYAP: Bantuan Harus Sampai ke Korban

Sementara itu, Ketua BEM FEB UNIYAP, Media Adya Chitra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.

Menurutnya, mahasiswa dari BEM FEB UNIYAP dan IKAMI Sulsel bersama-sama melakukan penggalangan dana sebelum menyalurkan bantuan secara langsung kepada para korban.

“Saya pribadi merasa senang bisa ikut terlibat dari awal sampai bantuan tersebut benar-benar sampai ke masyarakat. Walaupun yang kami berikan mungkin tidak seberapa, setidaknya kami bisa membantu meringankan kebutuhan mereka dalam kondisi seperti ini,” kata Media.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan donasi selama proses penggalangan hingga penyaluran bantuan.

“Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban para korban,” ujarnya.

IKAMI Sulsel Korwil Papua dan BEM FEB UNIYAP mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Jayapura untuk terus bergotong royong dan memberikan dukungan kepada warga terdampak.

Menurut mereka, solidaritas masyarakat dibutuhkan tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan kehidupan warga setelah musibah kebakaran. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *