Konferda VI PD IAI Papua Digelar, 196 Peserta Ikuti Workshop Hisfarsi

Plt Kepala Dinkes Papua dr Berry LS Wopary MKes mewakili Gubernur Papua, bersama Ketua PD IAI Papua, apt Edward Manik Sihotang, SSi, MKes, Ketua Hisfarsi Daerah Papua, apt Minar PJ Manik, M.Clin.Pharm, foto bersama usai pembukaan Konferda VI IAI Papua dan Workshop di Swiss-Belhotel Papua, Sabtu, 31 Oktober 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi Papua menggelar Konferensi Daerah (Konferda) VI di Swiss-Belhotel Papua, Kota Jayapura, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Noken, Satu Gerak: Merajut Kepedulian, Merajut Kepemimpinan” ini dirangkaikan dengan workshop yang diselenggarakan bersama Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (Hisfarsi) Papua.

Workshop tersebut dibuka oleh Gubernur Papua Matius D. Fakhiri yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Berry L.S. Wopary, M.Kes., secara daring.

Ketua Panitia Workshop Hisfarsi Papua, apt. Alexmin Christian, S.Si., mengatakan kegiatan tersebut diikuti 196 peserta dari berbagai profesi kefarmasian.

Menurutnya, workshop ini dirancang untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan kompetensi, serta membangun kerja sama antartenaga kefarmasian.

“Workshop ini dirancang khusus untuk memperkuat profesionalisme profesi, kompetensi, dan memperkuat saling bekerja sama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferda VI IAI Papua, apt. Eko Dwy Karno, S.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian agenda organisasi yang telah dimulai sejak Agustus 2026.

Ia menegaskan, Konferda bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan PD IAI Papua sekaligus menyusun program kerja ke depan.

Ketua Hisfarsi Daerah Papua, apt. Minar P.J. Manik, S.Farm., menilai pelaksanaan Konferda VI yang dirangkaikan dengan workshop menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dan organisasi profesi kefarmasian di Papua.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi apoteker dalam menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Partisipasi aktif dan antusiasme peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan martabat apoteker,” ujarnya.

Ketua PD IAI Provinsi Papua, apt. Edward Manik Sihotang, S.Si., M.Kes., mengakui Konferda VI menjadi momentum puncak pengabdian kepengurusan periode 2022–2026 yang telah menjalankan amanah selama dua periode.

“Kami sudah mengabdi selama dua periode ini,” ungkap Edward.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Konferda VI merupakan tindak lanjut dari kongres IAI yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kepengurusan PD IAI Papua bersama tujuh pengurus cabang di kabupaten/kota diberikan waktu hingga akhir 2026 untuk menyelesaikan masa kepengurusan.

Edward mengatakan, sebelum Konferda digelar, organisasi terlebih dahulu melaksanakan musyawarah daerah.

Ia berharap kepengurusan IAI Papua berikutnya diisi oleh orang-orang yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk membangun organisasi serta mengayomi seluruh anggota.

Menurutnya, kekuatan IAI tidak terlepas dari peran berbagai himpunan seminat, seperti Himpunan Seminat Farmasi Distribusi (Hisfardis), Hisfarsi, Hisfarkesmas, dan organisasi seminat lainnya.
Dengan sinergi tersebut, IAI diharapkan semakin berdaya guna, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Papua.

Edward juga berpesan agar pemimpin IAI Papua yang terpilih nantinya mampu merangkul seluruh elemen organisasi.

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama terkait perkembangan regulasi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendorong organisasi profesi melakukan berbagai penyesuaian.
Karena itu, ia berharap Konferda VI menghasilkan keputusan dan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin kuat serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua PD IAI Papua, apt Edward Manik Sihotang, SSi, MKes, Ketua Hisfarsi Daerah Papua, apt Minar PJ Manik, M.Clin.Pharm, perwakilan Dinkes Papua dan peserta Konferda VI IAI Papua serta peserta Workshop Hisfarsi foto bersama.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) IAI Pusat, apt. Hendy Ristiono, S.Farm., MPH., turut mengapresiasi pelaksanaan Konferda VI dan Workshop Hisfarsi Papua.

Ia menilai, secara organisasi, PD IAI Papua telah menunjukkan kinerja yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepengurusan.

“Apa yang sudah dikerjakan pengurus IAI Papua 2022–2026 menjadi referensi bagi kepengurusan berikutnya agar menjadi lebih baik lagi. Ajang Konferda ini bukan ajang menghakimi, tetapi yang penting adalah evaluasi,” ujarnya.

Hendy berharap IAI ke depan semakin berkembang dan menjadi rumah besar bagi seluruh apoteker di Indonesia.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Berry L.S. Wopary, M.Kes., pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi kepada PD IAI Papua yang dinilai konsisten menunjukkan dedikasi, soliditas, dan profesionalisme dalam mendukung pelayanan kesehatan di Tanah Papua.

Gubernur Matius D. Fakhiri menekankan pentingnya soliditas organisasi serta peran strategis apoteker dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah Provinsi Papua, kata dia, mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan penguatan strategi pelayanan kesehatan, termasuk pemerataan ketersediaan fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten/kota.

“Kita sadari, pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi yang erat dari seluruh unsur tenaga kesehatan, termasuk di dalamnya peran strategis para apoteker,” tegasnya.

Ia menambahkan, tugas apoteker tidak hanya sebatas memastikan ketersediaan obat di apotek, rumah sakit, dan puskesmas. Lebih dari itu, apoteker memiliki tanggung jawab memastikan mutu, keamanan, dan kemanfaatan obat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional.

Di tengah tantangan geografis dan dinamika pelayanan kesehatan di Papua, apoteker dituntut semakin adaptif, responsif, dan simpatik dalam menjalankan profesinya.

Gubernur juga menilai Konferda VI memiliki arti strategis, bukan hanya sebagai forum konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, dan pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga sebagai momentum merumuskan langkah-langkah strategis IAI Papua ke depan.

Ia berharap IAI Papua terus memperkuat sinergi dengan program pemerintah daerah, memperluas jangkauan pelayanan kefarmasian hingga ke pelosok, serta berkontribusi menjawab berbagai persoalan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat di Papua.

Dengan demikian, Konferda VI diharapkan melahirkan kepemimpinan yang solid, program kerja yang terarah, serta organisasi profesi yang semakin berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Papua. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *