Berlaku PPKM, Bupati Awoitauw: Semua Aktivitas Wajib Tutup Pukul 18.00

  • Whatsapp
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, MSi.

SENTANI, Papuaterkini.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menerapkan Pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  mulai Senin, 12 Juli 2021. Bahkan, Pemkab Jayapura telah membentuk Tim Sekretariat PPKM Kabupaten Jayapura guna penanganan Covid-19, dengan aturan pembatasan waktu aktivitas sosial masyarakat hingga pukul 18.00 WIT sudah dimulai.

Informasi yang diterima media ini, jika Pemkab Jayaprua akan menggelar rapat pemberlakukan PPKM yang akan berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, 12 Juli 2021 pukul 10.00 WIT.

Bacaan Lainnya

“PPKM berlaku mulai besok Senin, 12 Juli 2021. Surat edarannya Senin, 12 Juli 2021 besok baru keluar, maka untuk aktivitas masyarakat hanya sampai pukul 18.00 WIT atau jam enam sore,” tegas Bupati Awoitauw. kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat kepada wartawan usai memimpin rapat pembentukan tim sekretariat PPKM di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin.

Bupati Awoitauw menjelaskan, jika PPKM ini sasarannya di pusat-pusat keramaian dan juga akses jalur keluar masuk Kabupaten Jayapura. Dimana, semua aktivitas masyarakat dimulai dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 18.00 WIT.

“Jadi, mohon pada kesempatan ini, pemberlakuan pembatasan waktu aktivitas masyarakat itu kembali kita terapkan, karena angka temuan kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura beberapa hari ini cukup tinggi, sehingga kita harap masyarakat dapat membantu mempercepat penanganan, guna memperhambat dan menekan penyebaran Covid-19 di daerah ini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bupati Awoitauw, pembatasan waktu aktivitas masyarakat ini juga difokuskan hanya kepada tiga distrik yakni, Distrik Sentani, Distrik Sentani Timur dan Distrik Waibhu.

Untuk itu, Bupati Awoitauw mengajak warga Kabupaten Jayapura agar bersama-sama patuh terhadap kebijakan itu demi nasib para tenaga kesehatan pula yang saat ini kewalahan menghadapi arus deras pasien Covid-19.

“Jadi, mohon maaf sekali, kita sama-sama dalam keprihatinan, mari kita memberikan kenyamanan satu sama lain dan benar-benar kita jaga tenaga kesehatan kita yang bekerja untuk kita semua,” pungkasnya. (irf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *