Dinilai Mampu Terjemahkan Visi Misi Gubernur, Legislator Sayangkan Pencopotan Direktur RSUD Jayapura

  • Whatsapp
Anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pencopotan Direktur RSUD Jayapura, drg Aloysus Giyai, MKes bersama Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ternyata membuat banyak reaksi.

Anggota DPR Papua, Natan Pahabol menyayangkan pencopotan Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai yang terkesan mendadak tersebut.

Bahkan, Natan mempertanyakan indikator yang digunakan untuk mencopot Aloysius Giyai tersebut. “Itu berdasarkan indicator apa yang menjadi alasan gubernur sehingga,  Aloysius harus diganti?,” kata Anggota Komisi V DPR Papua ini.

Padahal, Natan menilai Aloysius Giyai adalah sosok kepala OPD yang mampu menterjemahkan visi misi Guberur dalam pengembangan grand desain kesehatan di Provinsi Papua.

“Gubernur keliru jika ia mengganti Aloysius Giay. Padahal kita semua tahu Aloysius sedang mempersiapkan grand desain kesehatan untuk merubah wajah RSUD Jayapura yang selama ini tidak tertata dengan baik dan terkesan kumuh,” jelasnya.

Untuk itu, Natan Pahabol berharap, keputusan gubernur yang telah mengganti  Aloysius Giay harus ditinjau kembali. Sebab belum ada SKPD atau OPD yang bisa mengikuti sepak terjangnya. Dan itu harus diakui akan kinerja dan prestasinya selama ini dibidang kesehatan untuk masyarakat Papua.

“Kinerja Aloysius Giay selama ini sangat baik dan dia juga salah satu pioner dan salah satu intelektual orang Papua yang menunjukan satu sikap yang luar biasa dari sekian SKPD dan OPD.  Saya sebagai wakil rakyat memang harus menyampaikan hal ini secara transparan kepada gubernur,  sebab ini fakta. Jujur  secara pribadi sangat menyayangkan hal itu terjadi kepada Aloysius Giay.  Seharusnya Gubernur Lukas Enembe sebagai penyelenggara pemerintahan dapat melihat hal ini secara bijak sebelum mengambil keputusan, mengingat peran Aloysius sangat besar dibidang kesehatan,” paparnya.

Diakui, sejumlah terobosan telah dilakukna oleh Aloysius Giyai di bidang kesehatan, seperti Kartu Papua Sehat (KPS), rujukan pasien, pembangunan infrastruktur kesehatan, termasuk merubah wajah RSUD Abepura dan RSUD Jayapura, juga pelayanan dokter terbang, dokter jalan kaki dan lainnya.

“Jadi, dia tidak hanya membangun bangunan fisik,  tapi dia juga membangun SDMnya, sehingga beliau diangkat sebagai Direktur RSUD Jayapura. Namun belum setahun menjabat, ia pun berhasil merubah wajah RSUD Jayapura menjadi rumah sakit yang indah dan nyaman,”ujar Natan.

Natan menambahkan, mestinya Aloysius Giay ini mendapatkan penghormatan dan penghargaan khusus yang diberikan oleh gubernur,  karena sejumlah terobosan itu.

“Dia juga tidak sibuk mabuk proyek. Dia ini seorang dokter. Jadi saya harap pak gubernur tinjau kembali keputusan ini Atau kalau tidak,  beliau ini ditempatkan disalah satu posisi strategis, mengingat kinerja dan prestasi serta pengalaman dalam meningkatkan kesehatan di Bumi Cenderawasih ini sangat memuaskan. Jadi sangat disayangkan kalau dia tidak diangkat kembali. Kami minta gubernur jangan lepas orang seperti ini, harus panggil dia kembali secara terhormat,” ujarnya.

Bahkan pada kesempatan ini, Natan Pahabol meminta gubernur jangan mendengar pembisik yang ada disamping,  karena orang itu tujuannya hanya ingin mencari muka untuk menjatuhkan seseorang karena demi kedudukan atau jabatan.

“Kami minta pak gubernur juga jangan mendengar bisikan-bisikan dan malaikat malaikat yang ada disamping. Sebab pembisik pembisik seperti ini hanya datang mencari makan,  kemudian mereka biasanya hanya menyebar isu atau fitnah untuk mendapatkan posisi,” tukasnya.

 

Ditambah lagi ungkap Natan,  kondisi  pak gubernur saat ini fisiknya belum fit betul, sehingga ia berharap para pembisik yang ada disamping gubernur tidak memanfaatkan situasi tersebut, tapi alangkah baiknya jika menyampaikan informasi yang baik, akurat dan benar kepada gubernur.

“Jangan kobankan orang profesional yang sudah terbukti kinerja dan prestasinya demi mendapatkan kedudukan. Jadilah pembisik sejati,  pembisik yang baik,  yang tidak menjatuhkan orang lain demi kepentingan pribadi,” imbuhnya.(bat)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *