Laurens Kadepa – IST

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Terkait pernyataan Kapolda Papua, yang meminta para Kapolres di Papua agar tidak memberikan senjata api kepada anggota polisi yang masih mengkonsumsi minuman beralkohol, tampaknya didukung oleh Anggota Fraksi Hanura DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

Apalagi, kata Kadepa yang juga anggota Komisi I DPR Papua ini, jika hal itu adalah usaha yang harus didukung semua pihak agar tidak ada lagi oknum anggota polisi yang menyalahgunakan senjata api.

“Ya, saya mendukung kebijakan Kapolda Papua. Selama ini kan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penembakan adalah miras,” kata Kadepa baru-baru ini.

Apalagi, lanjut Politisi Partai Nasdem Papua ini, keadilan tidak pernah dirasakan oleh korban maupun keluarganya. Sebab, beberapa kasus yang terjadi, hukum terhadap pelaku penembakan dinilai sangat ringan. Yang ada hanya minta maaf, lalu penundaan kenaikan pangkat dan lainnya.

“Jadi, Kapolda dan Pangdam harus tegas terhadap pelaku penembakan di Papua belakangan ini. Baik di Deiyai, Asmat dan Merauke,” tandasnya.

Untuk itu, Kadepa berharap angota TNI dan Polri yang bertugas di Papua harus dapat membaur bersama dengan masyarakat dan memahammi adat istiadat dan budaya rakyat Papua.

“Makanya, peluru itu jangan gampang ditembakkan,”  pungkasnya.

Sebelumnya, pemicu terjadinya aksi kekerasan di Papua, khususnya yang dilakukan oknum anggota Polisi adalah minuman keras, sehingga Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf Albert Rodja mengingatkan para Kapolres di Papua untuk tidak memberikan senjata kepada anggotanya yang masih mengkonsumsi miras.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Rodja saat pertemuan dengan personel Polres Mimika, Brimob Batalyon B Pelopor, Satgas Amole dan BKO Brimob Maluku Utara di Gedung Ronald H Supamena Batalyon B Pelopor Mimika, Jumat, 7 Juni 2019.

‘’Anggota Polisi yang masih mengkonsumsi miras agar tidak diberikan senjata karea karena salah satu pemicu utama keributan adalah minuman keras, bilamana sudah dipengaruhi dengan miras akan mudah hilang kontrol,’’ tegasnya.

Ditegaskan, beberapa hari yang lalu ada anggota diduga dalam keadaan dipengaruhi minuman keras menggunakan senjata api dan mengakibatkan masyarakat menjadi korban.

‘’Saya selaku Kapolda tidak menginginkan hal ini terjadi lagi,’’ tandasnya.

Kapolda mengingatkan kepada seluruh anggota jangan menggunakan senjata api sewenang-wenang, dalam penggunaan senjata ada aturannya sesuai protap yaitu menggunakan peluru hampa, menggunakan peluru karet dan tajam semua ada aturannya.

‘’Gunakan senjata sesuai dengan SOP,” pungkasnya. (bat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here