Dukung Sektor Pertanian, Herman Yogobi: Infrastruktur Irigasi Harus Jadi Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp
Anggota Komisi IV DPR Papua, Herman Yogobi foto bersama warga Nambom, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura dalam kegiatan pengawasan.

SENTANI, Papuaterkini.com – Dalam upaya untuk mendukung sektor pertanian dalam skala luas, maka infrastruktur irigasi harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

“Ya, pemerintah daerah harus memperhatikan infrastruktur irigasi ini untuk mendukung sektor pertanian, termasuk di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura,” kata Herman Yogobi, Anggota Komisi IV DPR Papua usai pertemuan dengan masyarakat Kampung Nambom, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, baru-baru ini.

Menurutnya, hal itu sangat penting dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan dalam bercocok tanam, lantaran yang menjadi keluhan saat ini adalah pengairan.

Apalagi, lanjutnya, masyarakat Nambom juga bersemangat dalam bercocok tanam, sehingga perlu dukungan infrastruktur irigasi di daerah itu.

“Nah, ini yang perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah,” imbuhnya.

Dalam pertemuan bersama warga di Kampung Nambon, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, 11 – 13 Juni 2020, dalam rangka pengawasan dan sosialisasi perdasi/perdasus itu, Kepala Kampung Nanbom Distrik Kentuk Kabupaten Jayapura, Seblon Dwa mengakui jika sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah, terkait program ketahanan pangan yang dimulai dari kampung, pihaknya sudah mewajibkan semua kepala keluarga di kampung Nanbom untuk menggarap lahan tani dan berkebun yang ditanami tanaman pangan lokal.

“Jadi, kami berdayakan kebun-kebun milik masyarakat yang selama ini sudah mereka kelola dan tinggal ditingkatkan lagi,” katanya.

Dikatakan, dari dana Rp 100 sejuta itu juga digunakan untuk pembiayaan pengolahan lahan bagi setiap petani yang dibagi untuk masing-masing keluarga, yang diharapkan digunakan untuk pengelolaan lahan pertanian.

“Masing masing kepala keluarga kita bagi Rp 500 ribu,” katanya.

Ditambahkan, di Kampung Nanbom, jenis tanaman lokal yang sering ditanami warga seperti umbi-umbian, pisang dan kacang-kacangan serta sayur-sayuran. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *