Fraksi Golkar Sangat Kehilangan Tokoh Papua Jan Ajomi  

  • Whatsapp
Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin melayat di rumah duka Alm Jan L Ajomi, Kamis, 18 Juli 2019.
Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin melayat di rumah duka Alm Jan L Ajomi, Kamis, 18 Juli 2019.

 

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin mengaku, jika Fraksi Partai Golkar sangat kehilangan dan duka mendalam atas berpulangnya Jan L Ajomi, politisi senior Partai Golkar Papua.

Jan Ajomi, yang meninggal dunia diusia ke 67 tahun akibat sakit, Senin, 15 Juli 2019, masih tercatat aktif sebagai Anggota DPR Papua.

“Bukan kami saja dari Partai Golkar yang kehilangan, tapi seluruh rakyat Papua. Karena beliau merupakan tokoh Papua,” kata Ignasius Mimin di ruang kerjanya, Kamis, 18 Juli 2019.

Ignas mengaku jika tahun ini, Partai Golkar kehilangan banyak kader terbaiknya. Seperti Chris Risamasu, anggota DPR Papua awal tahun 2019 di wilayah Ha Anim, David Hubi di wilayah Laapago dan Abdiel Tinal di wilayah Meepago. Kini di wilayah Tabi.

Ia menilai jika sosok alm Jan Ajomi merupakan politikus senior Partai Golkar, yang ketokohannya diakui semua kalangan. Bahkan, menjadi inspirator dan guru politik bagi ia dan teman-temannya di DPR Papua.

Apalagi, lanjut Ignas, jika alm Jan Ajomi memiliki pengalaman mulai dari Anggota DPRD Irian Jaya, Anggota MPR RI utusan daerah dan menjadi anggota DPR Papua tiga periode berturut-turut. Belum lagi, sejumlah jabatan di Partai Golkar Papua dan organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI.

“Beliau hadir sebagai orang tua, ketika saya masuk DPR Papua 2009 – 2014. Beliau menjadi guru kami dan membimbing kami,”katanya.

Bahkan, lanjut Ignas, jika almarhum Jan Ajomi sangat peduli terhadap rakyat Papua. Ia ingat jika alm pernah memimpin demo di Kemendagri, terkait hak politik Orang Asli Papua (OAP) dimana bupati dan wakil bupati harus OAP.

“Itu sejarah di republik ini. Tokoh Papua pimpin demo di Jakarta, sehingga kami sangat berduka dan kehilangan baik pribadi, organisasi Golkar dan rakyat Papua,” katanya.

Alm Jan Ajomi juga punya kontribusi dalam memperjuangkan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih serta jasa lainnya.

“Pengabdian beliau kepada bangsa dan negara tidak kurang. Bahkan, beliau rintis anak-anak Papua sekolah di luar negeri, yakni di New Zealand, karena anaknya kini menjadi dosen di negara itu,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Ignas, almarhum mengajarkan kepadanya untuk sopan santun, etika dan menghargai senior, sehingga kewibawaan pemimpin. Begitu di organsasi, ia sangat dihormati.

Sekadar diketahui, Jan Lukas Ajomi, SSos lahir di Waropen, 19 Maret 1952. Anak ketiga dari 11 bersaudara dari pasangan Marthen Ajomi dan Martha Sawaki.

Almarhum meninggalkan istri bernama Caroline Marani dan dikaruniai 2 anak, yakni Theos Revelino Beniqno Ajomi dan Marveys Reveald Ajomi. Termasuk 2 menantu serta 6 cucu.

Rencananya, jenasah alm Jan Ajomi akan dilepas dari rumah duka untuk dibawa ke sidang istimewa DPR Papua pelepasan jenasah pada Jumat, 19 Juli 2019. Kemudian, dimakamkan di TPU Tanah Hitam secara militer. (bat)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *