Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Edoardus Kaize menyerahkan bantuan Fraksi PDI Perjuangan kepada Bupati Asmat, Elisa Kambu, baru-baru ini.

ASMAT (HPP)–Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua turut peduli dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk hingga merenggut nyawa puluhan anak – anak di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua Peduli Asmat menyerahkan bantuan makanan tambahan berupa susu, sereal dan lainnya yang diserahkan langsung Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Edoardus Kaize yang diterima langsung Bupati Asmat, Elisa Kambu, baru-baru ini.

“Ini bentuk kepedulian Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua kepada sesama, karena ini merupakan persoalan kemanusiaan, dengan memberikan bantuan bahan makanan tambahan berupa susu, sereal dan nutrisi lainnya,” kata Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize.

Diakui, bantuan Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua dalam kejadian KLB Asmat ini, tak terlepas juga membantu pemimpin daerah ini, lantaran bupati dan wakil bupati Asmat merupakan kader PDI Perjuangan, dimana bupati sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Asmat dan wakil bupati sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Asmat.

“Maka daerah ini, kita menganggap dipimpin oleh kedua kader PDI Perjuangan. Terlepas dari hal lainnya, bahwa kewajiban kita secara moral, apalagi saya sebagai anak yang lahir dan besar di Asmat, punya kewajiban moral. Saya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan, juga melihat daerah ini merupakan daerah pemilihan saya, maka harus dibantu,” katanya.

Di samping itu, PDI Perjuangan di seluruh Papua juga bergotong royong untuk membantu dengan sumbangan sukarela melalui Dompet Peduli Asmat Sehat, yang digalang mulai Minggu (20/1) yang sudah terkumpul sekitar Rp 30 juta lebih dan kemungkinan akan terus bertambah, untuk diserahkan kepada Pemkab Asmat untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

“Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kita, agar kita berusaha bersama-sama merasakan. Karena ini beban kita bersama dan tanggungjawab kita bersama sebagai orang PDI Perjuangan yang memimpin daerah itu. Jadi, bantuan ini merupakan kepedulian terhadap sesama untuk membantu masyarakat Asmat yang terkena campak dan gizi buruk,” kata Edo Kaize, sapaan akrabnya.

Apalagi, ujar Edo Kaize, untuk bantuan ini tentu masih kurang, apalagi untuk penanangan gizi buruk yang membutuhkan waktu paling tidak enam bulan hingga satu tahun ke depan.

“Dari diskusi dengan Bupati Asmat bahwa ini akan berjalan cukup lama dan dari komunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua bahwa penanganannya akan dilakukan 6 bulan hingga satu tahun,” jelasnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini, tentu membutuhkan stok makanan yang cukup untuk penanganan gizi buruk dan campak, termasuk vaksin dan obat-obatan, terutama untuk imunisasi dan makanan tambahan untuk meningkatkan gizi bagi anak-anak yang baru lahir, maupun yang sudah besar, sehingga tidak terjadi lagi kasus gizi buruk di kemudian hari lagi.

“Nah inilah langkah antisipasi kita. Memang sedikit kesulitan disitu, setelah makanan ini habis dalam waktu 6 bulan atau satu tahun, mereka harus ambil darimana? Itu memang jadi persoalan yang harus dibicarakan bersama oleh Pemkab Asmat, Pemprov Papua dan Pusat, melalui Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, supaya sinkronisasi antara kesehatan dan sosial itu bisa berjalan untuk menanggulangi gizi buruk di Asmat bisa tertangani dengan baik,” paparnya.

Selain itu, lanjut Edo Kaize, tentu pasca mereka pulang ke kampung dan masuk ke kehidupan sehari-hari yang sama, maka pasti akan kena lagi, apalagi mereka hidup tidak menetap.
Untuk itu, butuh langkah antisipatif dari kabupaten, provinsi maupun pusat secara bersama-sama supaya biar hidup dalam situasi yang baik itu.

“Nah untuk itu, apa yang harus kita lakukan? Misalnya perbaikan mulai dari perumahan, sandang dan pangan sebagai kebutuhan dasar mereka. Sebab, kasihan dengan mereka tidak punya rumah yang baik juga, itu menjadi salah satu pengaruh. Ini harus dilihat dari berbagai aspek,” ujarnya.

Untuk itu, imbuh Edo Kaize, perlu kerjasama dari semua pihak baik kabupaten, provinsi dan pusat, termasuk dari LSM dan BUMN, BUMD dan lainnya.

“Ya, semua stakeholder harus dikerahkan untuk memacu peningkatan angka derajat kesehatan masyarakat, sehingga orang tidak lahir untuk mati, tapi lahir untuk hidup,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Asmat, Elisa Kambu menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua tersebut.

“Atas nama masyarakat Asmat, Pemkab Asmat, kami sampaikan terima kasih banyak kepada pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Papua yang berkenan memberikan bantuan kepada masyarakat Asmat di Posko ini,” imbuhnya.

Bantuan yang diberikan ini, secara simbolis diserahkan Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize yang diterima Bupati Asmat, Elisa Kambu di sela-sela rapat evaluasi tim penanggulangan di Aula Kesbangpol Asmat.

Bantuan itu sebanyak 68 karton, diantaranya 22 karton susu, biskuit, sereal, nutrisi, susu ultra, kacang hijau, pampers dan lainnya. (bat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here