Warga keturunan Tionghoa di Jayapura memberikan angpao kepada barongsai di Vihara Arya Dharma Jayapura, Jumat (17/2).

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Perayaan tahun baru Imlek tahun 2018 di Kota Jayapura, yang dipusatkan di Vihara Arya Dharma, Skyland, Kota Jayapura, berlangsung dengan semarak.

Apalagi, diwarnai dengan atraksi barongsai dari club barongsai Singa Papua, yang dipimpin Ishak Montolalu, tokoh warga keturunan Tionghoa Papua, yang juga Ketua Harian Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Papua.

Dari sejak pagi hari, ratusan warga keturunan Tionghoa di Kota Jayapura dan sekitarnya telah mendatangi Vihara untuk melakukan sembahyang.

Setelah itu, tampilnya atraksi tiga barongsai warna merah, hitam dan biru ini, menjadi hiburan yang menarik bagi warga keturunan Tionghoa maupun warga Jayapura yang datang.

Apalagi, atraksi dengan papan yang tinggi untuk mengambil angpao menjadi perhatian warga. Atraksi ini, diakhiri dengan pemberian angpao kepada barongsai oleh warga keturunan Tionghoa.

Bedanya perayaan imlek tahun ini, bertepatan dengan tahun politik di Papua. Selain Pilkada Gubernur Papua, ada tujuh kabupaten lainnya yang akan melaksanakan pemiliham kepala daerah yakni Kabupaten Biak Numfor, Timika, Deiyai, Paniai, Mamberao tengah, Jayawijaya, Puncak.

Warga Tionghoa di Papua mendoakan agar pelaksanaan Pilkada di Papua berjalan dengan aman, nyaman dan damai.

Ketua Bikhu Pembinaan Provinsi Papua Papua Barat dan Maluku, Mahatera Cittagutto mengakui jika perayaan imlek tahun ini, bertepatan dengan tahun politik di seluruh Indonesia.

“Imlek tahun ini, berkaitan dengan tahun politik, semua orang mengucapkan selamat tahun baru Imlek yang dihubungkan dengan semoga semua damai, harmonis dan menjaga toleransi,” kata Mahatera Cittagutto di Vihara Arya Dharma Jayapura, Jumat (16/2).

Mahatera Cittagutto berharap pada tahun baru Imlek 2569 dapat dirayakan dengan suka cita termasuk masyarakat di Papua.

“Kalau politik itu panas dan kita juga ikut panas, itu tak bagus. Rakyat yang beragama harus bisa menjaga kedamaian dan menjaga keharmonisan. Jadi,  segala macam isu politik itu bisa disikapi dengan bijak. Tetapi jika lupa dengan agama, tentu situasi politik panas akan lebih panas lagi,” tandasnya.

Apalagi, lanjut Bikhu Cittagutto,  semua pihak mendukung hidup berdampingan dengan  damai, tentram, nyaman dan harmonis dalam politik, sehingga masyarakat Indonesia bisa menjadi bangsa yang berkembang lebih baik lagi di masa akan datang.

“Saya tertarik Papua, saya sudah keliling di Indonesia, tapi di Papua toleransinya sangat tinggi. Meskipun ada kejadian, tapi tidak terpengaruh, beda dengan daerah lain. Kenapa begitu? Karena menurut saya toleransi Indonesia yang berkebangsaan dan kemajemukan yang tinggi, ternyata ada di Indonesia Timur, mulai dari NTT, Maluku dan Papua dan Papua Barat,” paparnya.

Ia berharap budaya Indonesia terus ditunjukkan, baik kemajemukan dan pluralitas yang tinggi yang memang sejak awal berdirinya negara ini.

“Ya, kita doakan pilkada di Papua berjalan aman, nyaman dan lancar. Sebab, jika politik panas, kita ikut panas ya jadinya bagaimana? Tapi, harus dibalik rakyat yang beragama ini harus bisa jaga kedamaian, keharmonisan, ketenangan, kebahagian bagi sumber yang mengikuti isu politik itu disikapi dengan bijak,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua Harian PSMTI Papua, Ishak Montolalu mengakui saat ini memang sedang menghadapi tahun politik dalam dua tahun ini, namun ia berharap bangsa ini harus menjadi lebih solid dengan latar belakang agama berbeda, seharusnya ini menjadi modal bagi bumi Papua untuk bersatu dan terus melakukan konsolidasi untuk membuat Papua tetap damai.

Anak-anak memberikan angpao kepada barongsai di Vihara Arya Dharma Jayapura.

“Di tahun Anjing Emas, tentu harapannya kita menjaga negeri ini, seperti sifat daripada seekor anjing bisa menjaga rumah, maka kita sebagai anak bangsa, bisa menjaga negeri kita,” katanya.

Apalagi, warga Tionghoa Indonesia sangat beragam, ada yang beragama Buddha, Islam, Kristen dan Katholik. Begitu juga negeri mereka yang datang merantau ke Papua, juga dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Soal atraksi barongsai, Ishak mengatakan jika club barongsai Singa Papua berupaya terus melakukan regenerasi, bahkan saat ini sudah mulai banyak anak Papua tampil.

“Seperti anda lihat, tahun ini saya tidak capek dan lelah lagi, semua mereka. Walaupun mereka dari usai paling muda dan senior bisa menyatu untuk melanjutkan tradisi dan budaya kita. Ada anak-anak Papua, bahkan ada 8 anak menjadi atlet barongsai,” katanya.

Diakui, untuk melatih anak-anak Papua tidak susah, namun lebih mudah dan cepat serta menguasai tekniknya. Apalagi, anak-anak Papua memiliki fisik yang bagus sebab untuk pemain belakang cukup berat.

“Sekarang kita dapat empat anak Papua dan tahun depan sudah menjadi pemain yang handal. Imlek tahun depan, paling sedikit bisa 8 barongsai sekali tampil,” katanya.

Untuk cap gomeh, apakah akan ditampilkan atraksi naga atau liong? Ishak Montolalu mengatakan menyerahkan kepada Yayasan Buddha Darma. Pada prinsipnya, pihaknya siap untuk menampilkan dengan koordinasi dengan tetua-tetua warga Tionghoa di Jayapura.

Ketua Yayasan Buddha Dharma Jayapura, Teddy mengakui perayaan Imlek tahun ini berlangsung sangat meriah dan didukung dengan cuaca, karena biasa hujan.

“Ya, kita harapkan yang merayakan tahun baru Imlek ini merasakan kebahagian,” katanya.

Ia sebagai Ketua Yayasan Buddha Dharma mengimbau kepada umat Buddha di Jayapura dan sekitarnya mempraktekkan ajaran guru dan junjunan-Nya, yakni berpikir, berbuat dan melakukan hal-hal sesuai ajaran Buddha.

“Tidak melukai orang lain, merugikan orang lain. Tapi selalu ingat dan berbuat kebajikan baik untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain,” katanya.

Untuk perayaan cap gomeh, Teddy menegaskan bahwa hal itu merupakan silaturahmi, sehingga akan berkumpul merayakan Imlek.

“Momen Imlek ini, merupakan kesempatan berkumpul, termasuk sanak family yang jauh datang berkumpul, melestarikan tradisi yang dibina oleh nenek moyang,” imbuhnya.

Atraksi barongsai dari Papua Golden Tiger di depan CV Fajar Baru Jayapura. Setidaknya, ada 6 anak Papua menjadi pemain barongsai.

Anak Papua Mulai Banyak Tertarik Barongsai

Sebelumnya, Club Barongsai Papua Golden Tiger kini mulai menampilkan lebih banyak anak-anak asli Papua untuk menjadi atlet barongsai.

Bahkan, dalam perayaan Imlek tahun 2018 ini, mereka sudah berani unjuk gigi dalam bermain barongsai yang digelar di halaman CV Fajar Baru Jayapura.

Setidaknya, Papua Golden Tiger menghadirkan atraksi barongsai empat kali dalam permainan ini.  Yang pertama, atraksi barongsai warna merah yang tampil berani dan atraktif di atas papan tinggi, yang ditutup dengan menyampaikan ucapan Gong Xi Fa Cay kepada penonton.

Atraksi barongsai di depan CV Fajar Baru, dealer Honda Jayapura ini tentu menyita perhatian warga yang lewat, sehingga polisi turun tangan untuk mengantisipasi kemacetan.

Selain barongsai merah, Papua Golden Tiger menampil tiga barongsai warna kuning, hitam dan merah yang tampil menghibur warga.

Sesekali, atraksi barongsai ini membuat penonton histeris, ketika mereka pura-pura hampir jatuh atau terpleset dari papan tinggi. Begitupun atraksi yang dilakukan barongsai putih.

Menariknya, dari lima barongsai yang diturunkan club barongsai Papua Golden Tiger ini, setidaknya ada 6 orang anak – anak asli Papua yang turut bermain.

Salah satunya, Tonny Manibor, pelajar SMP Advent Argapura, mengaku baru saja bergabung dengan Papua Golden Tiger. “Pada 5 Februari 2018 atau baru dua, saya baru ikut bergabung dan berlatih barongsai,” kata Tonny.

Tonny Manibor mengatakan tertarik bermain barongsai dan ia lebih senang dengan atraksi-atraksi yang dilakukannya.

“Saya senang juga, meski awalnya agak susah, tapi setelah lama-lama tambah seru dan asyik. Asyiknya ya ada tantangannya terutama pada atraksinya,” imbuhnya.

Senada dikatakan, Bastian Ayamiseba, pelajar SMP Advent Argapura ini. Jika ia sudah satu tahun lebih bergabung dengan club barongsai Papua Golden Tiger, yang dipimpin Irwan Sjaiful, owner CV Fajar Baru Jayapura ini.

“Ini untuk kedua kali, saya ikut tampil bersama club barongsai ini untuk memeriahkan perayaan Imlek. Imlek tahun lalu, saya baru tampil pertama kali,” katanya.

Bastian menilai dalam club ini, mengajarkan seni dan budaya, sehingga ia juga ingin mengetahui budaya dari warga Tionghoa tersebut, termasuk budaya yang ada di Indonesia.

Pimpinan Papua Golden Tiger, Irwan Sjaiful mengakui jika sudah beberapa tahun ini, club barongsai yang dipimpinnya selalu turun memeriahkan Imlek di Jayapura.

“Saya ingin masyarakat ikut menikmati  pertunjukkan ini,” kata Irwan Sjaiful.

Soal anak-anak Papua yang mulai banyak tertarik masuk club barongsai? Irwan Sjaiful mengatakan jika memang pihaknya ingin mendidik putra-putra daerah Papua dan memperkenalkan olahraga barongsai.

“Sekarang sudah ada enam anak Papua yang ikut bergabung dalam club barongsai ini. Tentu saya sangat bangga sekali, bahwa mereka mau dan dalam waktu singkat, mereka bisa tampil,” katanya.

Apalagi, untuk menghadapi Imlek tahun ini, imbuh Irwan Sjaful, yang ikut latihan ada 11 orang termasuk 6 anak Papua, dengan menghadirkan 4 orang pelatih dari Jawa.

Dalam imlek tahun ini, Irwan Sjaful  berharap bisnisnya dapat berjalan lancar di tahun Anjing Emas kali ini.

“Ya, saya barharap bisnis lancar dan di tahun Anjing Emas ini, bisa menghasilkan duit banyak, sehingga ekonomi kita bisa maju dan lebih baik dari tahun lalu. Saya berharap moment pilkada ini, ekonomi ini bisa lebih baik lagi,” imbuhnya. (bat)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here