Isu Tanggap Darurat, Darwis Massie: Itu Harus Disikapi dengan Arif dan Bijaksana

  • Whatsapp

JAYAPURA, Papua terkini.com – Beredar isu terkait status Kota Jayapura akan dinaikkan dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat, sehingga jika masyarakat mau beli sembako bisa dimulai siang ini sampai pukul. 18.00 WIT.


Karena akan ditetapkan Karantina Wilayah oleh pihak Kepolisian atas instruksi Walikota Jayapura itu membuat masyarakat Kota Jayapura merasa panik dan ketakutan terhadap isu yang tidak benar tersebut.

Bacaan Lainnya


Menanggapi hal itu, Anggota DPR Papua Dapil I, H. Darwis Massie, SE, menyatakan, bahwa isu yang tidak benar itu membuat kepanikan bagi masyarakat di Kota Jayapura.


“Jadi jika terkait dengan isu itu, memang saya lihat kondisi tadi (kemarin) itu timbul kepanikan daripada warga yang ada di Kota Jayapura. Namun, berkaitan dengan isu tersebut, karena adanya informasi (berita) yang berkembang yang dapat dikatakan berita itu adalah hoax (bohong),” tegas pria yang juga Anggota Fraksi Keadilan dan Nurani DPR Papua.


“Sebenarnya memang ada pernyataan dari pak Walikota (Benhur Tomi Mano), tetapi itu ada langkah-langkahnya. Tidak harus langsung kemudian ada (menetapkan) lockdown atau karantina wilayah itu. Jadi akan dilihat perkembangannya seperti apa satu atau dua hari ke depan,” sambung Darwis Massie.


Ditambahkan Politisi PKS DPR Papua ini, jika ada peningkatan atau perkembangan daripada pasien, baik itu yang positif, yang ODP maupun PDP Corona atau Covid-19 di Kota Jayapura. Maka status siaga itu akan dinaikkan menjadi tanggap darurat.


“Sehingga hal itu kemudian yang saya baca atau lihat, apa yang disampaikan oleh pak Walikota Jayapura melalui informasi-informasi yang beredar di medsos dan di share oleh pengguna media sosial facebbok. Tentunya, kita seharusnya sikapi ini tidak perlu dengan panik berlebihan. Karena kalau panik, justru itu akan membuat kondisi semakin runyam jika kita panik dan kemudian hal itu akan berdampak terhadap masalah sosial ekonomi,” ajak Darwis Massie yang juga pengurus PKS Provinsi Papua.


Untuk itu, Anggota Komisi II DPR Papua ini mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk tidak panik, tidak mudah percaya dengan isu yang beredar, ia juga meminta masyarakat sikapi semua informasi yang beredar itu dengan arif dan bijaksana, dengan mengecek terlebih dahulu kebenarannya baru di share ke medsos.


“Untuk masyarakat, kita sikapi ini tidak perlu panik. Karena dampaknya kan pada masalah sosial ekonomi. Yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana kondisi ini, kemudian apa yang disampaikan atau ada berita dari pak Walikota ini kita sikapi dengan arif dan bijaksana,” ujarnya.


“Dalam artian, membantu pemerintah untuk sama-sama berperan serta di dalam melawan Coronavirus ini dengan tindakan-tindakan yang dimulai dari diri kita sendiri yakni, dengan menjaga jarak (physical distancing), kurang aktivitas di luar rumah dan lebih banyak di rumah. Serta mengikuti prosedur kesehatan seperti banyak mencuci tangan, itulah hal yang paling penting kita lakukan saat ini. Karena masalah wabah Covid ini bukan masalah kecil, tapi merupakan persoalan besar yang harus kita selesaikan sama-sama,” tambah kata mantan Anggota DPRD Kota Jayapura ini.


Pihaknya juga mewanti-wanti, supaya jangan sampai ada pelaku usaha yang menimbun dan menaikkan harga sembako, sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya. Karena hal ini juga dapat menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat.


“Dari para pedagang itu sendiri, jangan sampai memanfaatkan kondisi ini kemudian menaikkan harga sembako dan lain sebagainya. Kami dari Dewan akan turun lapangan untuk mengecek kesiapan sembako. Jadi kita juga minta kepada dinas terkait harus melihat kesiapan sembako, guna mengantisipasi jangan sampai ada kelangkaan dari sembako tersebut. Karena hal ini akan mengakibatkan harga sembako merangkak naik,” imbuhnya. (irf/bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *