Johny Banua Rouw Resmi Ketua DPR Papua

  • Whatsapp
Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Heru Pramono mengambil sumpah janji pimpinan DPR Papua periode 2019-2024 dalam rapat paripurna, Rabu, 18 Desember 2019.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Johny Banua Rouw, SE akhirnya resmi menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua atau DPR Papua.

Hal ini setelah Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Heru Pramono mengambil sumpah janji Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw, SE bersama Wakil Ketua I DPR Papua, DR Yunus Wonda, Wakil Ketua II DPR Papua, Edoardus Kaize, SS dan Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumbairussy, SSos, MM dalam  Rapat Paripurna DPR Papua, Selasa, 17 Desember 2019.

Rapat paripurna DPR Papua Pengambilan Sumpah Janji Pimpinan DPR Papua Masa Bhakti 2019 – 2024 ini, sebelumnya dipimpin dan dibuka oleh Wakil Ketua DPR Papua Sementara, Thomas Sondegau.

Sekretaris DPR Papua, DR Juliana  J Waromi, SE, MSi sempat membacakan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait peresmian dan pengangkatan pimpinan DPR Papua masa bhakti 2019 – 2024 itu.

Setelah pimpinan DPR Papua definitif dilantik, selanjutnya Wakil Ketua DPR Papua sementara, Thomas Sondegau menyerahkan palu sidang kepada Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw.

Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada mantan pimpinan sementara DPR Papua yang melaksanakan tugasnya dengan baik hingga pelantikan unsur pimpinan definitif DPR Papua.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua atas kepercayaan dan dukungan untuk lima tahun mendatang. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua yang berkenan menindaklanjuti proses peresmian dan pengangkatan pimpinan DPR Papua, sehingga terlaksana dengan baik,”  katanya.

Johny Banua Rouw meminta dukungan kepada seluruh anggota DPR Papua terhadap tugas dan tanggungjawab sebagai pimpinan DPR Papua masa jabatan 2019 – 2024 dapat terlaksana dengan baik, mengingat DPR Papua merupakan lembaga representatif  yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah yang mempunyai tugas dan fungsi serta wewenang.

“Maka kami mengimbau kepada seluruh anggota dewan untuk dapat bersatu padu memperjuangkan aspirasi rakyat dan bersinergi dengan pemerintah daerah beserta jajaran dan masyarakat dalam menjalankan pemerintahan daerah,”  ujarnya.

Ditambahkan, melihat semangat dan partisipasi masyarakat dalam memberikan pengawasan dan penyaluran aspirasi kepada DPR Papua yang selama ini disampaikan lewat aksi demonstrasi, sehingga ia selalu Ketua DPR Papua mengajak seluruh elemen terutama mahasiswa untuk dapat menyampaikan aspirasi dengan berdiskusi dan berdialog dalam pertemuan rutin yang diadakan secara berkala.

“Kami juga akan memberikan ruang dan komunikasi bagi kita semua melalui media center atau media sosial secara positif, sehingga DPR Papua akan menjadi  rumah aspirasi bagi seluruh rakyat Papua,”  imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen menyampaikan selamat atas dilantiknya unsur pimpinan DPR Papua.

Gubernur Enembe berharap agar DPR Papua mampu membawa aspirasi rakyat sesuai dengan sebaik-baik sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, mampu memberikan perlindungan hak-hak rakyat secara berkeadilan guna menjamin kesejahteraan rakyat di daerah.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Enembe berharap kepada pimpinan DPR Papua agar bekerja dengan cerdas, jujur dan bertanggungjawab.

“Sebab, sejumlah harapan rakyat ada di pundak  saudara-saudara. Walaupun dari berbagai unsur politik yang berbeda, harus bekerja secara konperhensif untuk seluruh rakyat Papua,” katanya.

Selain itu, Gubernur Enembe berharap pimpinan DPR Papua cepat, tanggap dan responsif dalam membangun kemitraan, komunikasi dan koordinasi terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas dewan baik kepada masyarakat maupun pemerintah, sehingga tugas-tugas kemitraan antara eksekutif dan legislatif berjalan baik dan lancar serta akomodatif.

“Mohon hindari perbedaan-perbedaan yang tidak menguntungkan rakyat dan daerah yang akan membawa dampak merugikan semua,”  pungkasnya.

Sekadar diketahui, dalam Pemilu Legislatif beberapa waktu lalu, Partai Nasdem meraih 8 kursi DPR Papua, begitu juga Partai Demokrat meraih 8 kursi, namun perolehan suara Partai Nasdem lebih banyak sehingga berhak menjadi Ketua DPR Papua. Partai Demokrat menempati Wakil Ketua I DPR Papua.

Selanjutnya, PDI Perjuangan meraih 7 kursi sehingga menempati Wakil Ketua II DPR Papua, disusul Partai Amanat Nasional (PAN) meraih 6 kursi DPR Papua sehingga berhak menempati Wakil Ketua III DPR Papua. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *