Yohanis L Ronsumbre

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Legislator Papua, Yohanis L Ronsumbre menemukan jika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak Numfor mengalami defisit anggaran untuk pengadaan obat-obatan dan pembelanjaan barang habis pakai termaksud jasa pelayanan.

Hal itu diketahuinya saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Biak Numfor dan menerima keluhan dari managemen rumah sakit itu.

“Ada sekitar Rp 10 miliar yang masih menjadi hutang dari RSUD Biak Numfor,” ungkap Yohanis Ronsumber, anggota Komisi V DPR Papua di ruang kerjanya, Selasa, 30 Juli 2019.

Padahal, kata Yohanis Ronsumbre, RSUD Biak adalah salah satu rumah sakit rujukan regional di wilayah Saireri. Sejak tahun 2015 hingga 2016 mendapatkan alokasi dana KPS hanya Rp 6,5 miliar dan itu dinilainya sangat kecil.

Apalagi, lanjut anggota DPR Papua dari jalur pengangkatan ini, RSUD Biak selalu menerima pasien dari Supiori, Kepulawan Yapen, Waropen bahkan dari Mamberamo Raya dan Nabire. Akibatnya, ketersedian obat-obatan tidak cukup dan juga anggaran yang tidak cukup.

Untuk itu, imbuh Yohanis Ronsumbre, RSUD Biak meminta kepada Gubernur Papua dalam hal ini Kepala dinas Kesehatan Papua bisa mengatasi masalah ini dan jika bisa diberikan penambahan anggaran.

“Ini agar ke depannya pembelanjaan pengadaan obat-obatan di RSUD Biak bisa berjalan dengan normal. Jika tidak mereka selalu gali lobang tutup lobang. Padahal, Biak ini akan menjadi cluster Pekan Olahraga Nasional (PON) XX,” pungkasnya. (bat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here