Lindungi Cycloop, Bupati Jayapura Gelar Pertemuan Bersama Todat dan Paguyuban

  • Whatsapp
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, MSi, didampingi Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay dan Pdt. Albert Yoku pada pertemuan antara tokoh adat dan pimpinan Paguyuban Nunsatara, di Pendopo Igwa-Igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 22 Juli 2020.

SENTANI, Papuaterkini.com – Guna melindungi dan menyelamatkan Cagar Alam Cycloop dari ancaman perambahan hutan dan pembukaan lahan pertanian, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, MSi melakukan pertemuan dengan para tokoh adat dan pimpinan paguyuban, di Pendopo Igwa-Igwa Ondikeleuw Hele Wabhouw, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 22 Juli 2020.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw didampingi Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay dan dihadiri Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, Anggota MRP Dorlince Mehue, Anggota DPR Papua H. Darwis Massie, Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS) Demas Tokoro, Ketua BPW KKSS Papua, Dr H Mansur M, Ketua HKJM Papua Sarminanto, Ketua K3 Papua Jerry Lumingkewas, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, unsur Forkompimda Kabupaten/Kota Jayapura dan yang mewakili TNI/Polri serta beberapa kepala OPD terkait.

Bupati Mathius Awoitauw menyampaikan bahwa melindungi kawasan Cagar Alam Cycloop merupakan kewajiban bersama, karena dampak dan manfaatnya sangat terasa bagi setiap orang yang ada di sekitar Gunung Cycloop ini.

“Perlu kita pahami baik tentang Cycloop, bahwa keberadaannya ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Salah satunya adalah air bersih yang saat ini kami sedang nikmati. Untuk itu, kawasan Cycloop ini perlu dilindungi dengan baik,” kata Bupati Awoitauw.

Dikatakan, jika kawasan cagar alam ini ditata dan dilindungi secara baik, maka keakraban manusia dan alam itu bisa dapat terwujud. Tetapi, jika cagar alam ini tidak dilindungi, maka tidak akan ada persahabatan yang baik antara manusia dan alam.

“Jadi, Cycloop ini harus kita menjaganya dengan baik agar terwujud suatu keakraban, yang mana cagar alam ini selalu terlindungi oleh manusia yang tinggal berdampingan dengannya. Tapi, jika kita tidak menjaganya dengan baik, maka pasti alam ini bisa marah juga dengan kita. Salah satu contohnya saat musibah banjir bandang yang menimpa kita pada bulan Maret 2019 lalu. Oleh sebab itu, maka pertemuan hari ini bisa berlangsung,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati Awoitauw meminta jangan lagi ada penebangan pohon yang terjadi di areal Gunung Cycloop, karena akibat penebangan itu, maka alam tidak bersahabat lagi dengan menusia sehingga alam marah dan terjadilah musibah banjir bandang pada 16 Maret 2019.

Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay mengatakan, perlu sinergitas antara pihak pemerintah, adat dan paguyuban dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di Papua terlebih khususnya di Kabupaten Jayapura.

“Untuk itu, pertemuan kami kali ini membahas persoalan yang saat ini perlu disikapi dengan baik. Yakni, perlindungan dan penyelamatan terhadap kawasan Cagar Alam Cycloop dari tangan-tangan yang jahat, yaitu penebangan liar yang hingga saat ini masih terjadi,” ungkap Yanto Eluay.

Dikatakan, perlu ada perlindungan khusus bagi Cagar Alam Cycloop, sebab jika tidak, maka banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2019 lalu, itu bisa terulang kembai, sehingga keterlibatan semua pihak, ini merupakan kekuatan yang kuat untuk mengatasi persoalan Cagar Alam Cycloop ini.

“Jadi dampak dari bencana banjir atau longsor di kawasan Cagar Alam Cycloop ini, pastinya akan menimpa kami yang barada dibawahnya dan dampaknya bisa dirasakan oleh Kota Jayapura dan sekitarnya, sehingga perlu ada kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasinya,” kata Ondofolo Yanto.

Yanto Eluay mengajak kepada semua pihak bersatu menyelesaikan hal ini, dengan tindakan nyata tentang pelarangan aktivitas penebangan liar yang terjadi di sekitar kawasan Cycloop. (irf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *