Orgenes Kaway: Harusnya Pemerintah Borong Noken Mama – Mama Papua Jadi Souvenir PON

  • Whatsapp
Anggota DPR Papua, Pdt Orgenes Kaway, STh.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Anggota DPR Papua, Pdt Orgenes Kaway, STh meminta pemerintah Provinsi Papua untuk memborong noken yang dijual mama-mama Papua dan dijadikan sebagai souvenir bagi semua atlet dan official Kontingen PON XX yang datang ke Papua.

Menurutnya, mestinya mama – mama penjual Noken dari wilayah Laapago maupun Meepago tidak disuruh datang ke Kota dan Kabupaten Jayapura, hanya untuk menjajakan dagangan mereka pada saat pelaksanaan PON XX Papua.

“Kenapa mereka suruh dari jauh – jauh dari Paniai atau Laapago dan Meepago mereka datang ke sini untuk jualan noken. Memalukan saja. Kalau datang berarti pemerintah harus tanggungjawab selesaikan mereka punya masalah,” tegas Orgenes Kaway, Selasa, 12 Oktober 2021.

“Jualan mereka harus dibeli atau diborong semua oleh pemerintah. Diborong jualan mereka untuk dijadikan souvenir bagi semua atlet atau kontingen PON yang ada. Apa mereka jauh – jauh datang hanya jadi tontonan saja. Pakai perasaan lah. Ibu – ibu jangan biarkan mereka berjemur di panas, kasihan lah. Ko dibesarkan setengah mati, sampai ko jadi orang sampai hari ini, ko mau balas dengan apa?,” sambungnya.

Menurutnya, Dewan tidak ada anggaran, namun yang memiliki anggaran atau uang ada di SKPD atau OPD, sehingga Pemprov Papua harus memperhatikan mama-mama penjual noken itu.

“Pemerintah di Dok II harus diperhatikan. Kamu yang di sana itu orang Papua semua. Tidak usah bikin diri malas tahu. Kapan mama – mama ini datang, PON tidak akan datang lagi,” tandasnya.

Orgenes Kaway yang juga Ondoafi Kampung Bambar, Sentani, Kabupaten Jayapura ini menegaskan, jika memang cinta budaya Papua, maka harusnya pemerintah memborong noken yang dijual mama-mama Papua itu.

“Kalau kamu cinta budayamu, hari ini waktu kamu bayar dan borong noken yang dijual mama-mama ini. Kalau kamu peduli budayamu, buktikan beli hari ini. Kalau tidak, jangan coba – coba teriak di sini, kami Papua. Karena yang Papua asli sudah datang di depan kita ini (Taman Imbi),” pungkasnya. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *