Pansus PON DPR Papua Tinjau Stadion Mandala, Masih Banyak Kekurangan Fasilitas

  • Whatsapp
Ketua Pansus PON DPR Papua, Kamasan Jack Komboy bersama anggota Pansus PON foto bersama usai meninjau Stadion Mandala Jayapura, Jumat, 27 Agustus 2021.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tinggal 35 hari lagi, namun sejumlah cabang olahraga sudah mulai dipertandingkan diantaranya sepak bola digelar 27 September 2021.

Untuk itu, Ketua Panitia Khusus Pekan Olahraga Nasional dan Peparnas DPR Papua, Kamasan Jack Komboy didampingi Anggota Pansus PON, Natan Pahabol, Mega MF Nikijuluw, Darwis Massi, Junaedy Rahim, Timiles Yikwa, Danton Giban, Petrus Pigay dan Tarius Mull meninjau kesiapan Stadion Mandala Jayapura, Jumat, 27 Agustus 2021, untuk memastikan kesiapan mereka.

Namun, ternyata diketahui masih banyak sejumlah kekurangan yang belum dilengkapi seperti meubelair, kendala listrik terutama genset dan lainnya.

Seperti di ruang medis, belum ada sofa, tabung oksigen, meja dan lainnya belum ada. Padahal, hal itu sangat vital. Begitu juga di ruang dopping control, juga belum dilengkapi meubelair, TV dan kulkas.

“Setiap pemain yang akan main besok, harus periksa dopping. Makanya harus ada sofa, televisi dan lainnya,” ujar Penanggungjawab Pengelolaan Stadion Mandala Jayapura, Ir Akmal kepada Pansus PON DPR Papua.

Begitu juga di ruang tunggu tuan rumah dan tamu, yakni pembersih sepatu dan lemari es masih belum ada. Juga ruang pers dan ruang pengawas pertandingan, belum terisi meubelair, TV, komputer, printer, mesin, fotocopy, kulkas, wifi dan lainnya.

“Nah, untuk listrik ada kendala terutama genset dua – duanya tidak hidup, karena tidak ada dana. Dia tidak rusak, hanya terlambat tidak dikasih panas dan ganti oli serta filter. Ya, kalau tidak bisa dipakai, ya bisa saja rusak. Saya sudah sampaikan ke PB PON untuk masalah ini, karena vital. PLN datang untuk angkat lampu saja, tidak mampu terpaksa bawa dua mobil diesel,” ungkapnya.

Meski PON tidak ada pertandingan malam, namun Akmal mengaku khawatir lantaran Perparnas ada penutupan pada malam hari. Sebab, dari Dinas PUPR menyerahkan ke KONI Papua untuk merawat, namun tidak ada anggaran.

“Masalah ini terjadi ketika ada peralihan pengelola genset itu, dari Sumber Rejeki ke rekanan baru. Padahal, saya sudah sampaikan tiap minggu harus dipanaskan, namun tidak dipanaskan. Sampai selesai kontrak 1 tahun, tidak pernah dipanasi, berarti masuk angin, nah sekarang Dinas PUPR yang ambil alih,” paparnya.

Untuk kursi stadion, memang tidak ada pergantian dan saat ini Dinas PUPR Papua tengah melakukan pengecatan terhadap dinding stadion mulai dari tribun.

Soal rumput Stadion Mandala Jayapura, Akmal menambahkan, jika sudah dua hari ini ada perawatan yang kini diambil alih oleh Dinas PUPR Provinsi Papua, lantaran tidak dirawat oleh KONI Papua karena tidak ada anggaran.

“Nah, ini rumput sudah ada pemeliharaan dari Dinas PUPR Papua supaya tumbuh subur dan bisa dipakai 27 September 2021,” imbuhnya.

Anggota Pansus PON DPR Papua, Nathan Pahabol mengapresiasi Dinas PUPR Provinsi Papua karena telah merenovasi Stadion Mandala Jayapura baik internal maupun eksternal.

“Yang belum ini, kami berharap segera selesaikan, beberapa bagian yang belum selesai di Stadion Mandala ini, karena pertandingan akan mulai 27 September,” tegas Natan Pahabol.

Selain itu, Natan Pahabol meminta PB PON untuk segera melengkapi meubelair di ruangan-ruangan yang ada di Stadion Mandala Jayapura baik ruang wasit, ruang medis, ruang dopping, ruang ganti pemain dan media center yang masih banyak kekurangan.

“Kami harap PB PON untuk segera masukkan. Jangan datang hanya lihat – lihat saja, tapi datang langsung taruh, karena kami dengar mereka datang lebih dari enam kali,” ujarnya.

Untuk itu, Nathan meminta kepada Pemprov Papua untuk menyerahkan Stadion Mandala Jayapura kepada Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua agar usai pertandingan, perawatan dan pemeliharaan, bukan ke KONI Papua karena hanya menyiapkan atlet saja.

“Kami minta asset ini diserahkan ke Disorda agar ada anggaran untuk perawatan, pemeliharaan dan lainnya. Kita tahu KONI Papua itu hanya menyiapkan atlit, tetapi urusan perawatan itu bagian Disorda,” imbuhnya. (bat)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *