Aksi peduli Asmat dari Relawan JOSUA di Lampu Merah Abepura, Jumat (19/1).

JAYAPURA-Relawan John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA), bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, menggelar aksi teatrical di jalan raya, dalam rangka kepedulian mereka terhadap masyarakat di Kabupaten Asmat yang saat ini terserang wabah campak dan gizi buruk.

Aksi teatrical di Lampu Merah Jalan Raya Abepura yang dilaksanakan, Jumat (19/1) sore itu,  dilakukan guna mengumpulkan dana dari masyarakat untuk diserahkan kepada korban wabah penyakit di Asmat melalui Yayasan Baliem Mission Center (BMC).

Dari pantauan media, aksi kepedulian yang dilakukan Relawan JOSUA digelar di lima titik di Kota Jayapura dan aksi ini dilaksanakan serentak di 28 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua.

Koordinator Aksi Peduli Asmat Relawan JOSUA, Riko F Walubun mengatakan, aksi dilakukan secara spontan oleh para relawan di seluruh daerah di Papua, guna membantu masyarakat di Asmat.

“Kami selalu memantau kondisi di Asmat, pasca media memblow up ke publik apa yang terjadi di sana. Lalu, akhirnya kami sepakat untuk mencari donasi melalui aksi turun ke jalan. Nanti, uang yang terkumpul akan kami serahkan ke Yayasan BMC, untuk disalurkan ke masyarakat Asmat yang membutuhkannya,” paparnya.

Aksi treatrical dari komunitar dancer yang turut peduli terhadap nasib anak-anak di Kabupaten Asmat, Jumat (19/1).

Riko menambahkan, untuk aksi teatrical yang dilakukan anak-anak comunitas dancer di Kota Jayapura, adalah sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban campak dan gizi buruk yang dialami anak-anak tak berdosa hingga menelan korban puluhan anak-anak meninggal dunia.

“Teatrical ini juga tidak terencana. Ketika kita mau turun ke jalan, mereka meminta bergabung dan menyumbangkan kemampuan seni mereka untuk di tampilkan dalam mencari donasi,” paparnya.

Penari teatrical, Abu Grey Loububun menerangkan, adapun makna teatrical yang ditampilkan, merupakan bentuk kondisi masyarakat di Kabupaten Asmat, yang berjuang hidup atas penyakit yang menyerang mereka.

“Kita prihatin dengan kondisi ini. Karena Papua dengan sumber daya alam yang berlimpah, harusnya memiliki anak-anak yang sehat dan cerdas. Kita berdoa, semoga kondisi di Asmat segera teratasi,” paparnya.

Relawan JOSUA: Gizi Buruk Bisa Hambat Kecerdasan Generasi Papua

Aksi penggalangan dana juga terjadi di Lampu Merah Dok II Jayapura. Mereka juga membentangkan spanduk ‘Gizi Buruk Menghambat Kecerdasan Orang Papua’ dan mereka mengajak pengguna jalan dan masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap anak-anak Asmat.

Koordinator Penggalangan Dana Peduli Asmat, Niko Imbiri mengakui jika aksi turun jalan untuk penggalangan dana itu, lantaran kepedulian terhadap anak-anak Asmat yang meninggal dunia akibat gizi buruk dan penyakit campak.

“Ini kepedulian relawan saja, sekaligus mengajak masyarakat turut peduli dengan kejadian di Asmat tersebut, agar mereka sehat,” kata Niko Imbiri seraya menambahkan jika hasilnya akan diserahkan ke lembaga sosial untuk diteruskan ke Asmat.

Mestinya, ujar Niko Imbiri, pemerintah juga harus cepat tanggap dengan kejadian luar biasa di Kabupaten Asmat tersebut, apalagi yang menjadi korban adalah anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Aksi penggalangan dana Peduli Asmat di Lampu Merah Dok II Jayapura, Jumat (19/1).

Apalagi, Niko Imbiri menambahkan, jika masalah gizi buruk ini tentu akan mempengaruhi generasi Papua mendatang. Jadi, kecerdasan itu dipengaruhi oleh kesahatan, jika gizi buruk bisa berdampak kepada kecerdasan generasi penerus, sehingga harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

“Ini harus diperhatikan agar ke depan anak-anak bisa sehat dan cerdas,” imbuhnya.

Dari aksi penggalangan dana yang berlangsung sekitar 2 jam di sejumlah titik di Kota Jayapura dan Sentani Kabupaten Jayapura itu, baik di Lampu Merah Abepura, Lampu Merah Dok II Jayapura, Expo Waena, SPBU APO Jayapura, Taman Imbi dan Sentani ini, setidaknya berhasil mengumpulkan dana Rp 33,8 juta.(bat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here