Permodalan Menjadi Kendala Utama Pelaku Usaha Kecil

  • Whatsapp
Ketua Komisi II DPR Papua, Mega MF Nikijuluw, SH bersama anggota dalam kegiatan hearing dialog di BTN Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, baru-baru ini.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komisi II DPR Papua mengakui akibat pandemic Covid-19, berdampak sangat signifikan terhadap para pelaku usaha atau sektor ekonomi di Kota Jayapura.

“Akibat pandemic Covid-19 ini, memang berdampak pada sektor ekonomi terutama pelaku usaha,” kata Ketua Komisi II DPR Papua, Mega Nikijuluw, SH dalam acara hearing dialog bersama warga di BTN Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, baru-baru ini.

Mega Nikijuluw mengatakan, melalui kegiatan hearing dialog ini, pihaknya ingin melihat lebih dekat keadaan masyarakat dalam upaya memenuhi dan meningkatkan ekonominya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Komisi II DPR Papua ingin melihat perkembangan ekonomi rakyat yang sedang diupayakan oleh pemerintah melalui program-programnya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Sebagai anggota DPR Papua, lanjut Mega, ada banyak hal yang dirasakan belum terlaksana, terutama pada hal yang terkait dengan kehidupan setiap hari seperti bidang pendidikan, keehatan dan ekonomi yang belum optimal.

“Oleh karena itu, kami ingin tahu upaya ibu dan bapak dalam mengembangkan potensi atau usaha yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Salah seorang warga, Ibu Anna mengatakan, jika saat ini sebagai ibu rumah tangga yang bekerja melayani keluarga, tetapi juga berusaha mendukung ekonomi keluarga dengan menjual noken, pinang dan kue.

“Meski modal kecil, tapi kami berusaha untuk dalam kelompok usaha ibu-ibu untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Diakui, untuk permodalan, memang selama ini pihaknya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, sehingga pihaknya berharap ada perhatian dalam mengembangkan usahanya.

Senada dikatakan, Ibu Dorce Awek bahwa usaha kecil tetap dilakukan, hanya saja sering mengambil modal dengan meminjam koperasi dengan bunga yang cukup tinggi.

“Sering bantuan melalui RT/RW, tapi dalam bentuk barang misalnya paying, tanpa modal usaha, sehingga saya usulkan modal usaha ini ke depannya,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPR Papua, Mega Nikijulluw, SH mengatakan, jika pihaknya berusaha melalui pembahasan-pembahasan dengan eksekutif agar kebutuhan mendasar bagi masyarakat Papua harus menjadi prioritas utama seperti pertanian, peternakan dan pendidikan serta kesehatan.

“Mari tetap bekerja dengan tekun, meski modal kecil, untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” imbuhnya. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *