Sosialisasikan Perdasus Ekonomi Kerakyatan, Hosea Genongga Ajak Kembali Berkebun

  • Whatsapp
Anggota Komisi II DPR Papua, Hosea Genongga memberikan bama kepada warga di Jayapura, baru-baru ini.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Anggota DPR Papua, Hosea Genongga secara gencar turun langsung melakukan pengawasan dan bertemu langsung dengan masyarakat di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom mulai 13 Mei – 20 Mei 2020.

Apalagi, di masa pandemi Covid-19 ini, Anggota Komsi II DPR Papua ini, ingin mendengar langsung keluhan masyarakat terutama warga Tolikara yang berada di ketiga daerah itu terkait bantuan sosial menghadapi Covid-19.

Selain itu, dalam kesempatan itu, Hosea Genongga juga memberikan bantuan bahan makanan (bama) kepada warga yang terdampak Covid-19.

“Saya juga berpesan kepada warga Tolikara yang ada di ketiga daerah itu untuk mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 seperti memakai masker, jaga jarak alias tidak berkumpul dan cuci tangan,” kata Hosea Genongga.

Dalam pertemuan dengan warga Tolikara itu, Hosea Genongga juga mensosialisasikan Perda Nomor 18 Tahun 200 tentang Perekonomian Berbasis Kerakyatan kepada masyarakat. Apalagi, banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya Perdasus Perekonomian Berbasis Kerakyatan tersebut.

Menurutnya, Perdasus Ekonomi Berbasis Kerakyatan ini, tentu harus disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka mengetahui adanya dukungan pengembangan ekonomi kerakyatan oleh pemerintah daerah.

Untuk itu, Hosea Genongga mengajak masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di sekitar, termasuk berkebun atau bertani dalam menyiapkan ketahanan pangan bagi keluarga, terlebih dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Potensi pertanian atau perkebunan ini sangat menjanjikan, tentu saja ketahanan pangan sangat dibutuhkan. Mari berkebun untuk menyiapkan pangan bagi keluarga, karena tidak  mungkin pemerintah memberikan bantuan bahan makanan terus,” ujarnya.

Apalagi, imbuh Hosea Genongga, ditengah pandemi Covid-19 ini, banyak aktivitas perekonomian dibatasi, bahkan produksi terhenti, sehingga hal ini berdampak kepada masyarakat. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *