Tinjau Jembatan Rusak di Kampung Nelayan, Jansen Monim: Harus Ada Solusi

  • Whatsapp
Anggota Komisi IV DPR Papua, Jansen Monim, ST, MMT meninjau jembatan besi di Kampung Nelayan Hamadi, yang sudah rusak parah, Kamis, 26 Nopember 2020.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Anggota Komisi IV DPR Papua yang membidangi insfrastruktur, Jansen Monim, ST, MMT meninjau jembatan yang dibangun di Kampung Nelayan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Kamis, 26 Nopember 2020.

Jembatan yang terbuat dari besi ini, ternyata sudah rusak parah. Bahkan, plat besi yang ada digunakan untuk jembatan itu, sudah keropos dan tidak bisa digunakan lagi. Padahal, Kampung Nelayan itu baru diresmikan pada Januari 2020.

Akibatnya, masyarakat yang melewati jembatan besi untuk penyebrangan sepanjang sekitar 6 meter itu, harus ekstra hati-hati. Lantaran tidak ada pijakan lagi, karena plat besi sudah keropos. Bahkan, seluruh anak tangga sudah tidak ada lagi plat besi untuk pijakan kaki, karena tinggal kerangka besinya saja.

“Saya takut kalau lewat jembatan besi ini. Tapi, mau bagaimana lagi, jika ke pasar Hamadi lebih dekat lewat jembatan Kampung Nelayan ini,” kata salah seorang warga yang melewati jembatan itu menjawab pertanyaan Anggota Komisi IV DPR Papua, Jansen Monim.

Ia berharap agar jembatan itu, segera diperbaiki. Jika perlu diganti dengan jembatan beton saja, karena jembatan tersebut terlalu tinggi untuk dilewati.

Ketua RT 04 RW 05  Hamadi, Boy Doom mengaku jika pihaknya sudah menyampaikan rusaknya jembatan Kampung Nelayan itu ke Pemkot Jayapura untuk diperbaiki.

“Saya sudah menyampaikan masalah rusaknya jembatan di Kampung Nelayan ini kepada Pemkot Jayapura,” ujarnya.

Apalagi, kata Boy Doom, masyarakat sudah mengeluhkan rusaknya jembatan besi di Kampung Nelayan tersebut, lantaran tidak bisa dilewati untuk mengangkut ikan ke PPI Hamadi.

Anggota Komisi IV DPR Papua, Jansen Monim, ST, MMT menilai jika kondisi jembatan besi di Kampung Nelayan yang rusak parah itu, sangat berbahaya bagi masyarakat.

“Ya, dari peninjauan tadi, jembatan itu sangat berbahaya bagi warga yang lewat di jembatan di Kampung Nelayan,” katanya.

Apalagi, kata Jansen Monim, dari informasi yang didapat, jembatan besi yang dibangun menjulang tinggi itu, ternyata kepentingan satu orang warga saja, namun mengorbankan warga lain.

Untuk itu, pihaknya berharap ada koordinasi dengan Pemkot Jayapura untuk melihat dan mencari solusi jembatan di Kampung Nelayan, Hamadi tersebut.

“Nanti kita koordinasi dan kita buat lagi supaya masyarakat bisa melewati jembatan dengan baik,” ujarnya.

Jansen Monim yang juga Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua ini, melihat konstruksi jembatan harus dirubah lagi, dengan beton yang lebih baik agar masyarakat yang lewat dan menikmati Kampung Nelayan itu bisa tembus akses ke Pasar PPI Hamadi dan menikmati pemandangan laut.

“Ya, nanti kita bicarakan dengan Pemkot Jayapura. Kalau tidak, ya Pemprov Papua buat dulu, baru diserahkan ke Pemkot Jayapura khusus untuk jembatan enam meter ini,” katanya.

Jansen Monim juga meminta Pemkot Jayapura memperhatikan sampah plastic dan rumah tangga yang berserakan di sekitar Kampung Nelayan Hamadi tersebut untuk dibersihkan.

“Ini perlu solusi untuk kebersihan di Kampung Nelayan Hamadi,” imbuhnya. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *