Tinjau Stadion Katalpal dan Sirkuit, Komisi IV DPR Papua Optimis Selesai Juni

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim bersama anggota meninjau Stadion Katalpal dan Merauke, Jumat, 28 Februari 2020.

MERAUKE, Papuaterkini.com – Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR Papua melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Merauke untuk meninjau pembangunan Stadion Katalpal dan Sirkuit Balap Motor yang digunakan untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

Kunker ini, dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim didampingi anggota Komisi IV DPR Papua, Herman Yogobi, Apeniel Sani, Fadly Nasrullah dan Alfred F Anouw bersama staf.

Kunker ini disambut langsung oleh Ketua DPRD Merauke, Benyamin Latumahina, didampingi Asisten II Sekda Merauke, HBL Tobing, Kepala Dinas PUPR Merauke, Romanus Sujatmiko,  Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Marthen Ganna.

Awalnya, rombongan Ketua Komisi II DPR Papua, Herlin Beatrix Monim meninjau rusunawa di Kelurahan Muli, dilanjutkan ke Stadion Katalpal di Mopah dan Sirkuit Balap Motor di Tanah Miring.  

Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim mengatakan jika Komisi IV DPR Papua melakukan kegiatan panja infrastruktur, terutama untuk memberikan perhatian dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran khusus APBD Provinsi Papua terkait pelaksanaan PON XX 2020.

“Kami datang mengunjungi venue termasuk di Merauke yang dibiayai Pemprov Papua yakni Stadion Katalpal Merauke dan Sircuit. Kami melihat sejauhmana progress dan pelaksanaan pembangunannya,”  katanya.

Dari kunjungan Komisi IV DPR Papua terhadap pembangunan Stadion Katalpal, Beatrix Monim mengungkapkan, rencananya bulan Juni 2020 sudah selesai, termasuk Sirkuit Balap Motor.

“Ya, kami lihat tadi sebagian besar sudah sesuai progress. Hanya saja yang menjadi pertanyaan kami dengan sejumlah anggaran yang sudah disiapkan khususnya untuk Stadion Katalpal belum terlihat khususnya untuk penataan lingkungan penunjang Stadion Katalpal. Ada anggaran yang digunakan di sana, kami akan mempertanyakan kepada instansi terkait, karena sampai saat ini kami belum melihat progressnya, sementara stadion sudah kelihatan, tapi penataan lingkungannya belum terlihat,” ungkapnya.

Padahal, lanjut politisi Partai Nasdem ini, untuk penataan lingkungan penunjang Stadion Katalpal itu, dianggarkan dari APBD Provinsi Papua sebesar Rp 21,136 miliar. Sedangkan untuk peningkatan jalan masuk Stadion Katalpal Rp 3 miliar dan Penanaman Rumput Lapangan Stadion Katalpal Rp 2,355 miliar, dengan total anggaran mencapai sebesar Rp 26,491 miliar.

Selain itu, Komisi IV DPR Papua mewanti-wanti agar pembangunan venue itu memperhatikan kondisi tekstur tanah di Merauke, sehingga daerah resapan air menjadi perhatian serius. Namun, tentunya telah dilakukan studi untuk melakukan pembangunan, sebab pihaknya melihat daerah resapan tidak seperti di daerah sirkuit di Tanah Miring.

“Ya, kita harap tidak ada banjir di daerah itu, tetapi bagaimana penataan drainase harus diperhatikan. Termasuk rumput di lapangan, khususnya hujan perlu ada resapan air, namun saya yakin dari pihak Dinas PU sudah memperhitungkan hal itu,”  katanya.

Untuk pembangunan Stadion Katalpal ini, dengan system keroyokan yakni dari dana APBD Kabupate Merauke untuk pembangunan tribun, APBD Provinsi Papua dan APBN.

Untuk itu, pihaknya akan membahas bersama Ketua DPRD Merauke, Dinas PUPR dan Dinas Perumahan Rakyat terkait persiapan venue PON XX tahun 2020 untuk mendapatkan masukan dari pemerintah Merauke, untuk disampaikan ke Dinas PUPR Provinsi Papua.

Terkait sirkuit balap motor di Tanah Miring yang pembangunannya baru mencapai 27 persen, padahal Juni 2020 sudah selesai target pembangunannya? Beatrix Monim mengakui jika pembangunan struktur sirkuit  tidak menggunakan anggaran terlalu besar.

“Pada dasarnya, itu pengolahan lahan tanah. Itu tidak diragukan, karena hanya pematangan lahan dan penimbunan sesuai arena yang akan digunakan. Itu menurut kami tidak terlalu sulit dibanding membangun satu gedung, tentu waktu tidak mencukupi waktu, tapi mereka yang mengerjakan menyampaikan sudah pasti Juni 2020 sudah akan selesai sesuai dengan kontrak,” ujarnya.

Komisi IV DPR Papua berharap dengan adanya dukungan dana dari provinsi dan pemerintah Kabupaten Merauke untuk membiayai venue agar terlaksananya PON XX tahun 2020, pihaknya optimis bisa selesai.

Namun, kata Beatrix Monim mengatakan bukan hanya sukses PON XX tahun 2020 yang ditargetkan, tetapi juga sukses ekonomi masyarakat, termasuk pemeliharaan dan pemanfaatan venuenya dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah termasuk memberikan PAD.

“Ini akan kami bicarakan dengan Pemkab Merauke. Sebab, biaya pemeliharaan luar biasa, karena asset provinsi yang cukup besar, sehingga bisa dimanfaatkan,” katanya.

Beatrix Monim menambahkan, pihaknya optimis venue PON di Kabupaten Merauke bisa terselesaikan sesuai dengan target, baik untuk Stadion Katalpal maupun sirkuit balap motor.

“Baik di Kabupaten dan Kota Jayapura serta Kabupaten Mimika, semua sudah siap dan dipastikan PON XX tahun 2020 pasti akan terlaksana pada Oktober 2020, apalagi melihat kondisinya pasti pada Juni 2020 sudah selesai sesuai kontrak, apalagi kontraktor memastikan Juni 2020 sudah selesai,” pungkasnya.  

Sementara itu, Ketua DPRD Merauke, Benyamin Latumahina mengapresiasi kunjungan Panja Komisi IV DPR Papua yang meninjau langsung pembangunan Stadion Katalpal dan sirkuit balap motor di Merauke.

“Artinya, dalam pembahasan bukan hanya venue yang ditinjau, tapi ada juga jalan-jalan provinsi yang juga akan ditinjau yang beberapa tahun lalu tidak diperhatikan baik, padahal ini akses yang dipakai masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga siap mendampingi Panja Komisi IV DPR Papua meninjau jalan di Jagebob yang merupakan jalan provinsi yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.

“Kami juga akan diskusi bersama dengan kepala dinas terkait paska PON. Stadion dan sirkuit ini mau dikemanakan? Siapa yang kelola? Berapa besar dan bagaimana PAD kepada pemerintah daerah? Nah ini kita akan sampaikan kepada Komisi IV DPR Papua untuk sharing terkait masalah ini,” imbuhnya. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *