Tinjau Venue Volly Indoor, Komisi IV DPR Papua Optimis PON 2021 Lebih Siap

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau bersama Sekretaris Komisi V, Sinut Busup dan Anggota Komisi, Boy Markus Dawir, Jansen Monim dan Abu Hanifa Asso foto bersama usai meninjau venue Volly Indoor di Koya, Kamis, 28 Mei 2020.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komisi IV DPR Papua meninjau lokasi venue Volly Indoor dan Volly Pasir di Koya, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Kamis, 28 Mei 2020, yang tengah dibangun oleh kontraktornya, PT PP.

Bacaan Lainnya

Menariknya, Komisi IV DPR Papua mengaku jika sebelumnya merasa ragu akan pembangunan venue – venue PON XX yang dijadwalkan tahun 2020, namun ditunda pada tahun 2021 itu, selesai tepat waktu, namun kini optimis semua venue bisa terselesaikan sesuai jadwal.

Bahkan, Komisi IV DPR Papua menyatakan jika PON XX tahun 2021 nanti, justru akan lebih siap lagi dari sisi venue yang tengah dibangun di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Kunjungan Komisi IV DPR Papua ini, dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau, didampingi Sekretaris Komisi IV DPR Papua, Sinut Busup dan Anggota Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir, Jansen Monim dan Abu Hanifa Asso dan Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, MSi bersama staf ahli Komisi IV DPR Papua.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mengapresiasi kepada kontraktor, Pemprov Papua dan Pemerintah Pusat serta pengurus volly, lantaran pembangunan venue Volly Indoor dan Volly Pasir sudah hampir tuntas.

“Tadinya kami berpikir bahwa venue lain sudah jadi, tinggal volly indoor dan volly pasir, bahkan jika belum selesai berarti ini sebagai temuan. Awalnya kami ragu kapan ini selesai? Tetapi dengan kami datang ini, sudah dikatakan hampir 95 persen sudah selesai, berarti itu luar biasa,” kata Thomas Sondegau.

Untuk itu, Komisi IV DPR Papua berharap agar venue-venue lain yang belum selesai seperti di Merauke, Mimika, Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura untuk segera dipacu pembangunannya sehingga tahun 2020 ini semua selesai, apalagi Presiden Joko Widodo telah menunda jadwal PON XX dari tahun 2020 ke tahun 2021.

“Setelah kunjungan ini dan setelah pandemi Covid-19 selesai, kami Komisi IV DPR Papua akan turun ke daerah tempat penyelenggaraan PON XX untuk melakukan pengawasan sejauhmana kesiapan di lapangan, karena semua bertanggungjawab baik pemerintah, DPR Papua, masyarakat dan lainnya untuk mensukseskan PON XX,” ujarnya.

Dengan adanya penundaan PON XX, imbuh Thomas Sondegau, maka pihaknya optimis jika semua venue PON XX akan lebih siap lagi pada pelaksanaan tahun 2021.

“Penundaan itu, membuat PON XX tahun 2021 akan lebih siap lagi tentunya. Kami akan kawal sampai akhir 2020, semua venue PON XX akan selesai. DPR Papua akan siap, mana yang belum, kami akan alokasikan dananya,” pungkasnya.

Sementara itu, Site Engginer Manager PT PP, Satya mengakui jika sampai saat ini, pembangunan gedung Volly Indoor telah mencapai 94 persen.

“Nah, sekarang yang kita kebut adalah atapnya. Kebetulan lagi gerimis, selesai hujan kita lanjutkan,” katanya.

Yang jelas, ia menargetkan pembangunan venue Volly Indoor terutama untuk pemasangan atap itu, akan selesai  pada pertengahan Juni 2020.

“Ya, akhir Juni 2020 semua pembangunan venue Volly Indoor ini akan selesai sesuai target. Insyallah bisa dikejar,” ujarnya.

Untuk kapasitas penonton Volly Indoor ini, lanjut Satya, dapat menampung 3.000 orang. Namun, kursi saat ini tinggal pemasangan saja, tetapi menunggu setelah pemasangan atap selesai dilakukan.

Menurutnya, dalam pembangunan venue Volly Indoor ini, disupport oleh PBVSI yang terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan standar dan layout, ruang tunggu, ruang pers conference dan lainnya.

Soal sumber air dan listrik, diakui tidak ada masalah, apalagi sumber air sudah ada 2 yang disiapkan dan untuk listriknya dari PLN dan pihaknya telah menyiapkan gardu termasuk genset 2.000 Kva untuk memback up ketika listrik mati.

Sementara itu, untuk venue Volly Pasir yang berada tidak jauh dari lokasi itu, diakui sudah selesai 100 persen. “Tinggal dipasang netnya saja. Netnya kita simpan dulu, takut rusak. Saya rasa Juli atau Agustus 2020 sudah bisa digunakan untuk event,” imbuhnya. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *