Urgent, DPR Papua Desak Pemprov Papua Kucurkan Anggaran ke RSUD Jayapura

  • Whatsapp
Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa bersama anggota DPR Papua dan Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, MSi melakukan kunjungan ke RSUD Jayapura, Senin, 11 Mei 2020.

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Komisi V DPR Papua kembali melakukan kunjungan ke RSUD Jayapura untuk memastikan pelayanan dan penanganan terhadap pasien yang terpapar virus Corona atau Covid-19.

Hanya saja, DPR Papua menemukan bahwa keluhan RSUD Jayapura terutama dalam memenuhi kebutuhan yang urgen atau emergency untuk penanganan Covid-19 itu, belum terjawab oleh Pemprov Papua dalam hal ini Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua.

Bacaan Lainnya

“Jika sudah beberapa kali melakukan sidak dan kunjungan ke RSUD Jayapura dan ada beberapa masalah dan kami sudah ambil data serta sudah diajukan ke pimpinan DPR Papua dan telah diteruskan ke Pemprov Papua.  Namun, ternyata pak direktur sendiri katakan belum ada tanggapan dari Pemprov Papua dalam hal ini Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua,” kata Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa didampingi Anggota DPR Papua, Nason Utty, Elly Wonda, Sinut Busup, Feryana Wakerkwa dan Namantus Gwijangge serta Sekretaris DPR Papua, DR Juliana J Waromi, SE, MSi Senin, 11 Mei 2020.

Untuk itu, Timiles Yikwa mendesak agar kebutuhan RSUD Jayapura dalam penanganan Covid-19 itu, agar segera dijawab oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua, lantaran menjadi kebutuhan mendesak bagi RSUD Jayapura dalam pelayanan kesehatan terutama pasien Covid-19.

“Jadi, yang lain-lain sabar dulu lah. Karena yang menangani dan menjadi garda terdepan adalah rumah sakit. Itu kebutuhan urgent, sehingga harus segera dijawab kebutuhan yang ada di rumah sakit,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Timiles Yikwa, ada masalah yang ditemukan di RSUD Jayapura sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19, yang mestinya menjadi rumah sakit rujukan yang diutamakan, bukan rumah sakit swasta.

Jika rumah sakit pemerintah sudah penuh, baru masuk ke rumah sakit swasta, sehingga RSUD Jayapura atau rumah sakit pemerintah daerah ini yang dimaksimalkan terlebih dahulu.

 “Karena RSUD Jayapura merupakan rumah sakit rujukan nasional, sehingga harus diperhatikan dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR Papua, Nason Utty mewanti-wanti agar tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua tidak mencari untung ditengah pandemi Covid-19.

“Saya minta tim Gugus Tugas tidak boleh makan uang orang sakit Covid-19. Uang yang ada segera dikirim ke RSUD Jayapura agar paramedis dan dokter segera menangani orang sakit, bukan Tim Gugus Tugas. Tim Gugus Tugas Covid-19 jangan tahan uang untuk membantu RSUD Jayapura,” imbuhnya.

Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai mengakui masih banyak kekurangan yang dihadapi oleh RSUD Jayapura dalam penanganan pasien Covid-19.

“Ya, kami sudah usul ke pimpinan kami, TAPD. Ya, kami masih menunggu. Mudah-mudahan kami dianggarkan segera. Tapi, pasien sakit ini kan tidak menunggu, tetap jalan dan terus bertambah,” katanya.

Namun demikian, kata Aloysius Giyai, RSUD Jayapura tetap melayani dengan hati tulus dan ikhlas ditengah keterbatasan dan kekurangan alat medis.

“Tapi mereka juga manusia, jadi saya harap koordinasi dan komunikasi serta keputusan itu dipercepat oleh pimpinan TAPD kami, sehingga kami bisa pastikan pergeseran dari DPA kami yang mana? Dibantu oleh Satgas Covid-19 yang mana?,” ujarnya.

Yang jelas, lanjut Aloysius Giyai, RSUD Jayapura sudah mengusulkan anggaran Rp 23 miliar untuk penanganan Covid-19 sehingga diharapkan segera ada persetujuan sesuai kebutuhan emergency seperti evafilter, ventilator, merehab ruangan pasien Covid-19 dan lainnya.

“Tapi, kalau saya ada dana hari ini, saya kerja. Sekarang saja dengan apa adanya kami kerja,” tandasnya.

Diakui, sampai Senin, 11 Mei 2020, RSUD Jayapura merawat 30 pasien Covid-19, diantaranya 24 pasien positif Covid-19, 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 2 Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sebenarnya, untuk pasien PDP dan OTG itu, tidak dirawat di RSUD Jayapura. Rumah sakit ini, rumah sakit rujukan. Tapi, kalau mereka datang, tidak mungkin kami tolak. Kenapa disini kelihatan ringan, ya karena kami kerja sungguh-sungguh. Kami bangun komunikasi dengan dokter spesialis, perawat dan manajemen untuk ditangani tuntas. Tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.

Diakui, sesuai aturan atau standar perawatan untuk pasien Covid-19, sebenarnya belum memenuhi syarat ruangan yang ada, alias sudah over kapasitas ruangan. Namun, pihaknya berupaya melakukan pelayanan yakni isolasi pertama di ruang syaraf, isolasi kedua dulu ruang bekas flu burung, ketiga IGD lama dan keempat sedang disiapkan ruang anak-anak, yang sudah direhab mulai Senin dan dipindahkan untuk ruang anak-anak ini.

Kelima, RSUD Jayapura akan siapkan ruang VIP atau tidak diadakan sebagai tahapan antisipasi, apalagi pasien Covid-19 cenderung meningkat. (bat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *