JAYAPURA, Papuaterkini.com – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pegunungan Bintang Nomor Urut 4, Thonce Nabyal, SIP – Jerimias Tapyor, SKM, optimis menang dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pegunungan Bintang, 27 November 2024.
“Saya dan pasangan saya, Jeremias Tapyor, kami berdua optimis menang, terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Pegunungan Bintang,” kata Thonce Nabyal.
Thonce Nabyal mengaku sangat yakin bisa menang, lantaran dukungan dari masyarakat akar rumput sampai dengan hari ini terus mengalir. Masyarakat dengan sukarela datang memberikan dukungan. Buktinya di ibu kota Kabupaten Pegunungan bintang, masyarakat sudah bangun posko-posko pemenangan dan itu tanpa disuruh, tanpa dipaksa mereka dengan hati memberikan dukungan.
Thonce Nabyal menyebutkan bahwa visi misinya sederhana. Visi yakni Pegunungan Bintang Mandiri,Cerdas, Sejahtera dan Berkebudayaan dan Misi yakni Meningkatkan Kwalitas layan publik bagi masyarakat, Mengembangkan potensi ekonomi local dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, Memperkuat infrastruktur telekomunikasi dan akses transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperhatikan dan melestrarikan lingkungan serta kearifan lokal.
Visi misi ini akan dilakukan untuk melayani masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Lebih lanjut, masyarakat di Pegunungan Bintang selama ini tidak terlayani dengan baik.
“Pelayanan pemerintahan di Pegunungan Bintang itu tidak maksimal, karena kebutuhan masyarakat selama ini tidak terlayani dengan baik. Sentuhan langsung dari pemimpin daerah kepada masyarakat itu seperti apa masyarakat tidak merasakan itu,” bebernya.
Oleh karena itu, pasangan Tho-Jer berkomitmen untuk merubah kondisisi yang terjadi di masyarakat Pegunungan Bintang.
“Selama ini, pelayanan pemerintahan terganjal dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Untuk itu, kami berdua hadir untuk menjawab itu,” ujarnya.
Sebab, kata Thonce Nabyal, ia ingin berbuat sesuatu yang benar-benar masyarakat rasakan. Harus ada pelajaran, ada terobosan-terobasan baru yang harus dilakukan karena pihaknya melihat dari periode ke periode, masyarakat hidup susah.
“Tidak ada keadilan, contoh di wilayah saya, satu dinas dan badanpun tidak ada, seksi-seksi saja tidak ada, berarti pembagian tugas tidak merata, termasuk kesenjangan pembangunan tidak merata,” ungkap Nabyal.
Thonce Nbayal berharap empat kandidat yang maju adalah anak daerah sehingga berjuang atau bermain secara jentelman, tidak boleh antara satu dengan yang lain saling menjatuhkan, jangan bicara kekurangan orang tetapi serahkan kepada masyarakat.
“Biarlah masyarakat yang menilai dan menentukan sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Kami juga berharap agar masyrakat jaga kamtibmas di Pegunungan Bintang sehingga tahapan dan proses pilkada dapat berjalan dengan baik, aman dan sukses,” pungkasnya. (tim/bat)















