JAYAPURA, Papuaterkini.com – Banjir yang terjadi di Kompleks SMU 4 Entrop, Kelurahan Entrop, Jayapura Selatan dikeluhkan warga. Bahkan, setiap kali hujan, mereka merasa was-was akan terjadinya banjir.
Apalagi, banjir pada tahun 2021 lalu, membuat warga di Kompleks SMU 4 Entrop, Kelurahan Hamadi, Jayapura Selatan ini, merasa trauma, akibat banyak rumah terendam air.
Bahkan, jalan raya di depan CV Thomas juga terendam banjir, sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Hal itu disampaikan warga dalam Tatap Muka Pasangan Calon Wali Kota Jayapura nomor urut 2 Jhony Banua Rouw – HM Darwis Massi yang akrab disapa JBR – HADIR bersama Warga Lembah Hamadi Belakang SMU 4 Kelurahan Entrop, Jayapura Selatan, Selasa, 8 Oktober 2024.
Namun demikian, Andreas, salah seorang warga mengungkap kepedulian JBR saat banjir itu, dengan datang memberikan bantuan makanan lantaran warga tidak bisa lagi memasak akibat kompor dan peralatan mereka terendam banjir, termasuk bantuan untuk membersihkan lumpur hingga beberapa hari pasca banjir.
“Beliau (JBR) sudah berbuat, sebelum maju mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Jayapura. Ini kesaksiaan nyata dari kami. Kita ingat banjir 7 Januari 2021 di Kompleks RT 04 dan RT 05, semua kompor hilang terbawa banjir, apalagi air sampai plafon rumah. Orang pertama datang membantu kami adalah bapak Jhony Banua Rouw. Beliau datang membantu makanan,” katanya.
Selain itu, JBR datang kembali membantu untuk mengatasi lumpur pasca banjir di Kompleks SMU 4 Entrop itu, hingga dalam 1 minggu lumpur yang tebal bisa hilang. Bahkan, menyediakan mobil tanki air selama 1 minggu untuk membantu warga membersihkan lumpur di rumah-rumah mereka.
Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan keluhan warga terutama jalan lingkungan yang berada di dekat eks Hotel Musi yang rusak parah, bahkan sering membuat warga mengalami kecelakaan alias jatuh dari kendaraan di jalan itu.
“Kami sudah usul berulang-ulang tapi jawabannya nanti-nanti. Untuk kepada paslon JBR – HADIR, kami usulkan untuk jalan lingkungan harus dilakukan ini, termasuk lampu jalan dan pengerukan kali harus kontinue setiap tahun untuk mengatasi banjir,” pungkasnya.
Calon Wali Kota Jayapura nomor urut 2 Jhony Banua Rouw mengatakan jika di kawasan Entrop, Jayapura Selatan, ketika hujan deras, sering terjadi banjir.
“Sebelum ada jalan ring road itu, terpaksa tidak bisa pulang ke rumah atau ke Abe akibat banjir merendam jalan di depan CV Thomas dan sekitarnya. Kita habis sidang, kadang harus menunggu air surut, bahkan kadang menunggu sampai pagi,” kata JBR, sapaan akrabnya.
Yang jelas, JBR mengaku sudah memiliki solusi banjir di Kota Jayapura. “Kami tidak perlu banyak omong. Karena kami sudah ikut kerja, kami tahu bagaimana selesaikan itu,” tandasnya.
“Kami hanya minta waktu itu selesaikan masalah tanah dan kita kasih program untuk selesaikan masalah banjir. Kita tahu ada banjir di tahun 2021 di Kompleks SMU 4 Entrop,” sambungnya.
Diakui, wilayah Kompleks SMU 4 Entrop ini, merupakan wilayah resapan. Namun, hari ini tidak bisa lagi dikatakan itu daerah resapan, kemudian harus dibongkar. Padahal, adat sudah menjual tanah di daerah ini.
“Kami tidak bisa larang adat menjual tanah. Karena, mereka butuh biaya, kalau pemerintah tidak bisa memberikan jaminan apa-apa kepada pemilik hak ulayat, lalu kita minta bilang mereka tidak boleh jual tanah, itu bagaimana? Kalau bilang hak ulayat tidak boleh dijual, ya kita kasih solusinya, ada cara bagaimana warga merasakan manfaat untuk mereka. Jika itu daerah resapan, ya harus dibuat aturan, kasih edukasi dan apa manfaat bagi masyarakat, tapi hari ini fakta sudah ada bangunan atau perumahan,” jelasnya.
Untuk itu, kata JBR, dalam mengatasi banjir di Kompleks SMU 4 Entrop dan sekitarnya, pihaknya akan mengalihkan sungai agar dapat dialirkan ke laut.
“Kita lakukan by pass. Sebab, disitu ada bukit di tengah yang tidak terlalu tinggi atau landai. Disitu kita jalan kurang lebih 300 meter, langsung tembus di laut. Itu tidak perlu tembus laut, cukup tembus bukit sepotong saja, lalu kita dapat laut. Jika itu dilakukan, saya yakin wilayah Kompleks SMU 4 Entrop tidak akan banjir lagi,” tandasnya.
Sebab, imbuh JBR, jika hujan, maka air di daerah Entrop itu, akan masuk ke SMU 4 Entrop, kemudian berputar di belakang hingga eks Hotel Musi, lalu air keluar ke depan CV Thomas. Kemudian, air turun ke PTC, baru mengalir ke laut.
“Nah, untuk turun ke laut ini. Kita by pass di bukit yang ada di belakang Kompleks SMU 4 Entrop, lalu kita potong. Itulah solusi yang mau kita tawarkan dan saya yakin itu bisa kita lakukan, karena sudah ada survey-survey awal yang sudah kita lakukan,” bebernya.
“Yang saya ngomong ini, karena saya ikut jalan, saya ikut lihat dan saya ikut ukur jarak sampai ke laut, termasuk kemiringannya saya tahu. Pemimpin tidak boleh tinggal di kantor, pemimpin harus turun di lapangan agar tahu apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, termasuk cari solusinya,” imbuhnya. (bat)















