JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dalam sebuah upacara kenegaraan yang penuh khidmat di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan kepada 141 tokoh nasional dan ahli waris sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian luar biasa mereka kepada bangsa dan negara.
Salah satu penerima kehormatan tersebut adalah Almarhum Hein Mantundoy, tokoh pejuang asal Papua yang dikenal luas sebagai sosok pengayom masyarakat dan penjaga keutuhan nasional di Tanah Papua.
Penghargaan Bintang Sakti, yang diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 78/TK/Tahun 2025, diserahkan secara simbolis kepada ahli waris Almarhum, yakni anak pertama Ibu Heni Rosita Mantundoy dan cucu tercinta Jean Pierre Putra Maniagasi, yang hadir langsung mewakili keluarga besar dalam prosesi penganugerahan.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para tokoh dan ahli waris yang hadir.
“Saya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara-saudara sekalian dan mereka-mereka yang orang tuanya tidak hadir, ahli waris juga, atas nama negara dan bangsa, terima kasih,” ujar Presiden.

Alm Hein Matundoy: Papua Bagian Utuh dari NKRI yang Harus Terus Diperjuangkan
Almarhum Hein Mantundoy dikenal sebagai figur yang tidak hanya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga sebagai pemimpin yang mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan pendekatan damai dalam menyelesaikan konflik di Papua.
Dalam berbagai situasi yang menegangkan, beliau memilih jalur komunikasi dan pengayoman, menjembatani kepentingan masyarakat adat, agama, dan politik dengan semangat persatuan dan kemanusiaan.
Semasa hidupnya, beliau aktif dalam gerakan kemanusiaan, penguatan keamanan berbasis komunitas, dan pembangunan berkelanjutan. Ia menjadi jembatan antara kepentingan lokal dan kebijakan nasional, serta suara moral yang konsisten dalam menjaga stabilitas dan persatuan di wilayah yang strategis dan penuh tantangan.
Kontribusi Almarhum Hein Mantundoy tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Papua, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam memperkuat integrasi dan harmoni antar wilayah. Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghormatan atas jasa beliau, tetapi juga pengakuan negara terhadap peran penting tokoh-tokoh Papua dalam membangun Indonesia yang berdaulat, dan berkeadilan.
Papua adalah bagian utuh dari Republik Indonesia yang harus terus diperjuangkan dan diisi dengan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air. Almarhum Hein Mantundoy mewariskan semangat itu melalui keteladanan hidupnya, yang kini diteruskan oleh generasi penerus.

Kehadiran Heni Rosita Mantundoy dan Jean Pierre Putra Maniagasi dalam upacara tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan Almarhum terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
Jean Pierre, sebagai cucu, menyampaikan harapannya agar penghargaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional dengan semangat keadilan, kemanusiaan, dan kebangsaan.
Pada kesempatan tersebut, atas nama Keluarga Besar Almarhum Hein Mantundoy dan Wihelmina Frederika Paay, disampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, atas penganugerahan yang sangat berarti ini.
“Penghargaan ini menjadi peneguh semangat kami untuk terus memperjuangkan dan mewarisi nilai-nilai hidup Almarhum Hein Mantundoy: cinta tanah air, pengabdian tanpa pamrih, dan komitmen terhadap keutuhan bangsa. Terima kasih juga kami sampaikan kepada para sahabat dan rekan seperjuangan yang telah mendampingi beliau dalam tugas dan perjuangan,” ujar Heni Mantundoy sebagai perwakilan keluarga. (bat)















