JAYAPURA, Papuaterkini.com – Universitas Cenderawasih (UNCEN) terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan stunting di Papua. Melalui program pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa dari Program Studi Keperawatan, Teknologi Pangan, serta Ilmu Perikanan hadir di Kampung Tobati, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua dengan membawa beragam solusi berbasis literasi kesehatan, peningkatan sanitasi, dan inovasi pangan lokal.
Kegiatan yang didukung oleh hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting di wilayah tersebut. Berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting di Kampung Tobati mencapai 29 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 33 persen pada awal 2025.


Melihat kondisi itu, tim Uncen memberikan edukasi menyeluruh. Dari Program Studi Ilmu Keperawatan, masyarakat mendapatkan pelatihan gizi keluarga, pola konsumsi sehat, pencegahan stunting, perilaku hidup bersih, serta sosialisasi kesehatan reproduksi dan dampak pernikahan dini. Tim juga memperkenalkan teknologi kesehatan berupa alat ukur tinggi badan dan berat badan digital, serta website pemantauan status gizi balita untuk mendukung kader posyandu dalam memantau pertumbuhan anak.
Selain itu, dosen dari Teknologi Pangan dan Ilmu Perikanan mengajarkan diversifikasi olahan ikan, seperti nugget, abon, dan keripik. Masyarakat juga diperkenalkan pada teknologi pengolahan modern, seperti mesin penggiling daging, pencetak sosis, hingga alat pengemas produk. Untuk mendukung ketahanan pangan, pelatihan budidaya sayur dalam pot/polybag dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos turut diberikan.

Dalam kesempatan tersebut, tim pengabdi juga menyalurkan buku dan poster edukatif, menyediakan tong sampah agar masyarakat tidak lagi membuang limbah langsung ke laut, serta peralatan dalam pengolahan ikan dan peralatan budidaya sayur dalam polybag.
Ketua Tim Pengabdian, Hendry Kiswanto Mendrofa, S.Kep., Ns., M.Kep, menyampaikan apresiasi kepada warga Tobati atas partisipasi aktif mereka.
“Masih tingginya angka stunting di Jayapura adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kerja sama lintas sektor dapat membantu menekan angka stunting sesuai target nasional,” ujarnya.

Kepala Kampung Tobati, Otniel Meraudje, SE., MM, melalui Kepala Urusan Umum, juga mengucapkan terima kasih kepada Uncen dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting. Harapannya program ini bisa berkelanjutan agar tidak ada lagi anak yang mengalami stunting di kampung ini,” imbuhnya. (bat)















