Bupati Mansnembra: Petani Harus Terbantu, Angkutan Gratis Sedang Disiapkan

banner 120x600

Caption Foto:Bupati Kabupaten Biak Numfor Markus O. Mansnembra saat dijumpai pada pembukaan sidang RAPBD pekan kemarin.(Foto: Yuni) 

BIAK, Papuaterkini.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor merencanakan penyediaan layanan angkutan gratis bagi para petani yang berasal dari kampung-kampung.

Program ini bertujuan membantu petani dalam mendistribusikan hasil kebun ke pasar tanpa harus terbebani biaya transportasi yang selama ini menjadi kendala utama.

Program angkutan gratis tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2026 dengan menggandeng Perum DAMRI sebagai penyedia layanan transportasi. Skema kerja sama ini masih dalam tahap perencanaan dan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah, terutama dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra mengatakan, pemerintah daerah melihat perlunya intervensi kebijakan untuk meringankan pengeluaran petani dalam proses membawa hasil panen ke pusat ekonomi kota.

“Para petani selama ini sudah ada yang memiliki Kartu Tani untuk mendapatkan subsidi pupuk. Namun dari evaluasi kami, beban biaya transportasi masih menjadi kendala utama saat mereka hendak membawa hasil panen ke pasar,” ujar Markus Mansnembra saat ditemui usai pembukaan sidang RAPBD di gedung DPRK, pekan kemarin.

Markus menegaskan, program angkutan gratis ini belum dapat dipastikan terealisasi pada 2026, karena masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama pihak legislatif serta penyesuaian anggaran.

“Kerja sama dengan Perum DAMRI masih dalam tahap perencanaan, sehingga kami belum bisa menjanjikan pelaksanaannya pada 2026. Namun, jika anggaran Otsus memungkinkan, maka kebijakan ini akan kami dorong bagi petani di wilayah pedesaan,” jelasnya.

Dalam skema yang dirancang, petani cukup menunjukkan Kartu Tani yang dilengkapi identitas diri serta bukti membawa hasil pertanian yang akan dijual di pasar untuk mendapatkan layanan transportasi gratis pulang-pergi.

“Petani cukup menunjukkan Kartu Tani, lengkap dengan nama, alamat, dan foto, serta membawa hasil pertanian yang akan dijual,” tambah Markus.

Bupati berharap program ini dapat meningkatkan motivasi petani dalam mengembangkan usaha pertanian, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani di Biak Numfor. (un)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *