Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Max Ohee Minta Pemuda Papua  Teladani Semangat Perjuangan Pahlawan

Ketua DPP BMP RI sekaligus Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Max Abner Ohee saat memberikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Asrama Putri Waropen.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ketua DPP Barisan Merah Putih (BMP) RI sekaligus Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Max Abner Ohee, mengajak generasi muda Papua meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam menghadapi tantangan kekinian, seperti kebodohan, ketertinggalan dan kemiskinan.

Ajakan tersebut disampaikan Ketua DPP BMP RI sekaligus Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Max Abner Ohee saat membuka diskusi kepemudaan bertema “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Pemuda dan Mahasiswa” di Asrama Putri Waropen, Waena, Kota Jayapura, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Pahlawan Nasional setiap 10 November.

Diskusi tersebut diikuti puluhan pemuda dan mahasiswa dari berbagai daerah di Papua, termasuk Waropen, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris KNPI Papua sekaligus Ketua Pemuda Adat Saireri, Gifli Buney, serta mantan Ketua GMKI Papua, Alex Noya, dengan Paul Ohee bertindak sebagai moderator.

Max Abner mengatakan, Hari Pahlawan merupakan momentum penting untuk kembali mengingat nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.

“Di masa para pahlawan, perjuangan dilakukan melawan penjajah. Namun hari ini, perjuangan kita adalah melawan kebodohan, ketertinggalan, kemiskinan, dan berbagai persoalan lainnya,” ujar Max usai membuka kegiatan.

Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil dari pengorbanan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi muda diminta tidak hanya menikmati hasilnya, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan dalam bentuk yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Kita harus mensyukuri bahwa kemerdekaan ini tidak datang begitu saja. Ada darah dan air mata. Karena itu, pemuda Papua harus menjadi pejuang masa kini yang bekerja dan berkarya untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Selain itu, Max menekankan pentingnya pemahaman pemuda terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara. Ia meminta para narasumber memberikan penjelasan yang tepat agar peserta memahami peran strategis mereka dalam kehidupan berbangsa.

“Kita harus tahu posisi, hak, dan kewajiban kita sebagai warga negara. Pemuda Papua harus memiliki kesadaran itu,” jelasnya.

Kegiatan diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun motivasi bagi pemuda Papua untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *