FKUB Kabupaten Jayapura Gelar Dialog Kerukunan Pasca Pilkada, Ajak Masyarakat Bersatu Kembali

Foto bersama tokoh agama usai dialog dan talk show di Hotel Sunny Garden Pake Sentani.
banner 120x600

SENTANI, Papuaterkini.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura menggelar dialog dan talk show kerukunan antarumat beragama di Hotel Sunny Sentani, Kamis (13/11).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 13.00 WIT ini mengangkat tema “Pilkada Usai, Saatnya Bersatu: Merajut Persaudaraan Umat Beragama di Kabupaten Jayapura, Papua.” Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan pasca pelaksanaan Pilkada 2025.

Tokoh Lintas Instansi Hadiri Dialog Kerukunan

Acara dihadiri berbagai tokoh lintas instansi, termasuk Kapolres Jayapura, perwakilan Bupati Kabupaten Jayapura, Danrindam Kabupaten Jayapura, Kepala Badan Kesbangpol,

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, serta para pemuda lintas agama se-Kabupaten Jayapura. Suasana dialog berlangsung hangat, mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah keberagaman umat beragama di Papua.

Penguatan Moderasi Beragama Pasca Pilkada

Dalam sesi talk show, para narasumber dari berbagai institusi membahas pentingnya stabilitas keamanan, rekonsiliasi sosial, serta penguatan moderasi beragama setelah kontestasi politik daerah.

Beberapa materi yang disampaikan antara lain:

  • Kapolres Jayapura: Peran Kepolisian dalam Menjaga Keamanan dan Kamtibmas Pasca Pilkada.
  • Kepala Kesbangpol Kabupaten Jayapura: Sinergi Pemerintah Daerah dalam Menjaga Stabilitas Sosial dan Politik Pasca Pilkada.
  • Kepala Kemenag Kabupaten Jayapura: Peran Kementerian Agama RI dalam Membina Moderasi Beragama.
  • Ketua FKUB Kabupaten Jayapura: Meneguhkan Persaudaraan dan Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Jayapura.

Para pembicara sepakat bahwa masa pasca Pilkada merupakan waktu yang tepat untuk masyarakat kembali merajut persatuan demi terciptanya harmoni antarumat beragama.

GP Ansor Jayapura: Moderasi Beragama sebagai Fondasi Persatuan

Ketua GP Ansor Kabupaten Jayapura, Suyatno Luqman, turut memberikan pernyataan sikap terkait pentingnya moderasi beragama.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi beragama telah menjadi warisan para tokoh Nahdlatul Ulama melalui konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.

“Moderasi beragama adalah ideologi yang mengajarkan kasih sebagai pemersatu perbedaan. Dalam konteks kebangsaan, kita mengenal motto Hubbul Wathon Minal Iman sebagai landasan mempererat tali persaudaraan dalam menjaga tanah air sebagai rumah besar bersama,” ujarnya.

Suyatno juga memaparkan empat prinsip moderasi beragama:

  • Tawassuth (Moderat),
  • Ta’adul (Independen),
  • Tawazun (Berimbang),
  • Tasamuh (Toleransi).

“Ber-NU dan ber-Ansor adalah praktik nyata moderasi beragama di Indonesia,” tegasnya.

FKUB Jayapura Teguhkan Komitmen Jaga Kerukunan

Ketua FKUB Kabupaten Jayapura menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat kolaborasi lintas iman dalam menjaga perdamaian.

“Pilkada telah usai. Kini saatnya kita bersatu kembali sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan,” ujarnya menutup acara.

FKUB Jayapura berkomitmen terus menghadirkan ruang dialog yang konstruktif, mendukung terciptanya kedamaian, toleransi, dan keharmonisan sosial di Kabupaten Jayapura.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *