Longsor di Ring Road Hamadi Viral, Anggota Komisi IV DPR Papua Jansen Monim Turun ke Lokasi

Longsor di Ring Road Hamadi Viral, Anggota Komisi IV DPR Papua Jansen Monim Turun ke Lokasi
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Material longsor berupa batu dan kerikil yang memenuhi Jalan Ring Road Hamadi, Kota Jayapura, Papua, pada Kamis, 13 November 2025, sempat menjadi viral di media sosial.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR Papua, Jansen Monim, ST, MM, turun langsung ke lokasi pada Jumat, 14 November 2025, untuk meninjau proses penanganan longsor yang tengah dilakukan oleh Dinas PUPR Papua.

Jansen Monim membenarkan bahwa aktivitas pengerjaan penanganan longsor sempat menyebabkan material batu dan pasir menutupi hampir seluruh badan jalan. Kondisi ini terekam dalam sejumlah foto dan video yang beredar luas di berbagai platform media sosial.

“Karena beredar gambar atau video di medsos terkait jalan Ring Road Hamadi dipenuhi material batu dan pasir, makanya saya langsung turun mengeceknya,” ujar Jansen Monim kepada Papuaterkini.com.

Menurut Jansen, material tersebut muncul akibat pekerjaan penggalian untuk pembuatan trap pada bukit yang berada di sisi jalan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat struktur bukit dan mencegah longsor susulan mengingat ketinggian tebing yang cukup rawan runtuh.

“Mereka sedang membuat trap, apalagi bukit yang longsor itu cukup tinggi agar ke depannya tidak terjadi longsor lagi. Tadi sudah dibersihkan,” jelas legislator Partai Golkar ini.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya hanya ada satu trap pada bagian bawah bukit, sementara bagian atas tidak diperkuat. Hal ini memicu terjadinya longsor yang kemudian menutup sebagian besar jalan.

“Sebelumnya hanya dibuat satu trap di bawah saja, padahal masih ada beberapa meter ke atas bukit tidak dibuat trap, akibatnya terjadi longsor,” ungkapnya.

Sebagai dampak dari pekerjaan penanganan longsor tersebut, Jalan Ring Road Hamadi akan ditutup total selama tiga hari. Jansen Monim berharap pada Minggu, 16 November 2025, jalan sudah bisa dibuka kembali dan dilewati kendaraan secara normal.

Peninjauan ini menjadi bentuk pengawasan DPR Papua terhadap pelaksanaan pekerjaan penanganan bencana agar dilakukan sesuai prosedur dan memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna jalan. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *