Laurenzus Kadepa Desak Pemprov Papua Tengah Selesaikan Batas Mimika–Deiyai dan Hentikan Narasi SARA

Tokoh Papua Laurenzus Kadepa.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Tokoh Papua Laurenzus Kadepa kembali menyoroti lambannya penanganan sengketa batas wilayah antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ia mengingatkan bahwa persoalan ini sudah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum ada langkah konkret di lapangan.

Kadepa mengatakan, konflik tapal batas berpotensi memicu ketegangan antarwarga jika pemerintah tidak segera turun tangan.

“Masalah batas wilayah Mimika dan Deiyai sudah saya ingatkan. Pemprov Papua Tengah harus mengambil langkah cepat sebelum ada korban. Namun sampai sekarang belum juga dilakukan,” tegas Kadepa di Jayapura.

Ia mengapresiasi informasi adanya pembentukan tim penyelesaian tapal batas oleh Pemprov Papua Tengah, namun mengingatkan agar tim tersebut bekerja secara bijak, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

1. Minta Narasi Bernuansa Suku Dihentikan: Pelaku Adalah Oknum

Menanggapi dinamika yang terjadi di wilayah Kapiraya, Kadepa meminta seluruh pihak untuk tidak membangun narasi yang mengarah pada stereotip suku tertentu.

“Hentikan narasi yang menunjuk suku dalam kasus Kapiraya. Pelaku itu oknum. Tidak semua suku Kamoro, Mee, atau Kei terlibat. Harap semua bijaksana,” ujar mantan Anggota DPR Papua ini.

Menurut Kadepa, penyebaran narasi yang mengkaitkan etnis tertentu dapat memperkeruh situasi dan memicu konflik horizontal.

2. Aspirasi Masyarakat Kamoro dan Mee Harus Dikelola Bijak, Tanpa Kepentingan

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat Kamoro maupun Mee di Kapiraya harus ditangani secara adil oleh pemerintah—baik DPR, MRP, bupati maupun gubernur.

“Hindari pembelaan karena sekultur atau kepentingan apa pun. Saling klaim tanah itu wajar, tapi harus untuk pembangunan manusianya. Masyarakat Mee maupun Kamoro butuh sentuhan pembangunan, bukan ditelantarkan,” kata Kadepa.

Dirinya meminta agar pemerintah fokus pada penyelesaian substansi dan memperhatikan kebutuhan pembangunan masyarakat di wilayah tersebut.

3. Minta Polda Papua Tengah Usut Pelaku Pembunuhan Hamba Tuhan di Kapiraya

Kadepa juga mendesak Polda Papua Tengah untuk menuntaskan penyidikan terhadap pelaku yang menewaskan seorang hamba Tuhan di Kapiraya.

“Demi keadilan kemanusiaan, saya meminta Polda Papua Tengah mengusut oknum pelaku yang menewaskan seorang hamba Tuhan. Penyelesaian masalah dengan kekerasan tidak dibenarkan,” tegasnya.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat bekerja cepat dan profesional agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Seruan untuk Pemerintah: Bertindak Cepat dan Cegah Konflik

Laurenzus Kadepa menegaskan bahwa penyelesaian batas Mimika–Deiyai adalah langkah penting untuk meminimalkan potensi konflik serta memastikan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

Ia meminta Pemprov Papua Tengah mengutamakan dialog, transparansi, serta mendahulukan kemanusiaan dalam setiap kebijakan terkait tapal batas. (bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *