BIAK, Papuaterkini.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai pelayanan dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak layak menjadi contoh bagi rumah sakit lain di Papua, khususnya RSUD Dok 2 dan RSUD Abepura di Jayapura.
Hal itu disampaikan Gubernur Fakhiri saat melakukan peninjauan ke RSUD Biak, Sabtu (23/5/2026). Ia mengaku terkesan dengan kebersihan, kelengkapan fasilitas, serta kualitas pelayanan yang diberikan rumah sakit tersebut.
“Saya sangat senang di Rumah Sakit Umum Daerah Biak. Rumah Sakit Dok 2 dan Rumah Sakit Abepura harus mencontoh rumah sakit ini karena bersih, kemudian segala fasilitas ada,” ujar Fakhiri.
Menurutnya, pelayanan kesehatan di Papua perlu difokuskan pada kepentingan masyarakat dan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Pemerintah Provinsi Papua, kata dia, juga berencana menjadikan RSUD Biak sebagai pusat pelayanan kesehatan di wilayah Saireri.
Gubernur Fakhiri menilai selama ini banyak pasien dari berbagai daerah yang langsung dirujuk ke Jayapura, padahal kapasitas pelayanan di Biak dapat dimaksimalkan untuk menangani pasien dengan tingkat kondisi menengah.
“Nanti saya minta para bupati memperkuat Biak. Jangan semua pasien dibawa ke Jayapura, akan lebih dekat kemari,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua berencana memperkuat jalur transportasi agar akses masyarakat menuju pelayanan kesehatan di Biak dapat lebih cepat dan mudah.
Sementara itu, RSUD Dok 2 dan RSUD Abepura direncanakan akan difokuskan sebagai rumah sakit ibu dan anak serta rumah sakit pendidikan.
“Kalau yang sedang-sedang bisa datang di Rumah Sakit Biak. Yang kondisi tingkat tinggi baru ke Jayapura,” ucap mantan Kapolda Papua ini.
Gubernur Fakhiri juga optimistis peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dapat berdampak pada kesejahteraan tenaga medis di Papua. Salah satu rencana yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan rumah susun bagi tenaga medis serta keluarga pasien kurang mampu.
“Saya akan kasih kalian rumah susun untuk tenaga medis ini. Yang satu di bagian bawah itu kasih untuk masyarakat supaya mereka tidak tidur di lorong-lorong rumah sakit,” katanya.
Ia berharap pembenahan sektor kesehatan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. (bat)














