JAYAPURA, Papuaterkini.com – Mantan Anggota DPR Papua periode 2014–2024, Laurenzus Kadepa, mengapresiasi program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas yang digagas Bupati Kabupaten Puncak Elvis Tabuni bersama Wakil Bupati sebagai langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di Papua Tengah.
Menurut Kadepa, program tersebut merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda Kabupaten Puncak agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sekaligus menjadi solusi nyata atas keterbatasan akses pendidikan yang selama ini dipengaruhi faktor ekonomi maupun situasi keamanan.
“Program Puncak Cerdas menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap masa depan anak-anak asli Puncak. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan, keterbelakangan, dan dampak konflik yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujar Laurenzus Kadepa dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Kadepa menilai keberanian Pemerintah Kabupaten Puncak mengalokasikan anggaran secara serius untuk pendidikan merupakan bentuk pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
317 Mahasiswa Diberangkatkan ke Semarang
Sebagai bentuk keberlanjutan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Puncak pada Senin (29/6/2026) secara resmi melepas 317 putra-putri asli Puncak untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Seluruh mahasiswa penerima beasiswa memperoleh pembiayaan penuh dari Pemerintah Kabupaten Puncak, mulai dari biaya pendidikan hingga kebutuhan operasional selama menempuh studi.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Puncak juga menggandeng Yayasan Binterbusih sebagai mitra strategis untuk melakukan pendampingan, pembinaan, serta monitoring terhadap mahasiswa selama menjalani pendidikan di Semarang.
Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan rasa aman bagi orang tua karena seluruh biaya pendidikan telah ditanggung pemerintah daerah.
Program Berkelanjutan
Kadepa menegaskan Program Puncak Cerdas bukanlah program jangka pendek, melainkan telah menunjukkan keberlanjutan sejak pelaksanaan angkatan pertama.
Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 173 peserta mendaftar, dengan 123 mahasiswa dinyatakan lulus seleksi. Hingga saat ini, 119 mahasiswa dari angkatan pertama masih aktif mengikuti proses perkuliahan.
Data tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya berhenti pada proses pemberian beasiswa, tetapi juga disertai pengawasan terhadap keberlangsungan studi para mahasiswa.
“Keberhasilan ini menjadi indikator bahwa program berjalan secara serius dan berorientasi pada hasil. Pemerintah tidak sekadar mengirim mahasiswa, tetapi juga memastikan mereka tetap belajar hingga selesai,” katanya.
Investasi Perdamaian Melalui Pendidikan
Kadepa menilai pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan Papua, khususnya Kabupaten Puncak yang selama ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ia berharap para mahasiswa yang memperoleh kesempatan belajar di luar Papua dapat kembali ke daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM Orang Asli Papua (OAP) akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat stabilitas sosial.
“Pendidikan adalah investasi perdamaian. Ketika generasi muda memperoleh akses pendidikan yang berkualitas, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun daerahnya sendiri dan menciptakan masa depan yang lebih baik,”imbuhnya.
Laurenzus juga berharap Program Puncak Cerdas dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Puncak dalam meningkatkan kualitas SDM Papua.(bat)














