IKT Papua Gelar Musda V, Dua Kandidat Bersaing Pimpin Organisasi Periode 2026–2031

Staf Ahli Gubernur Papua, Matias B Mano didampingi Ketua IKT Papua, Pdt Edie Rente Tasak, Ketua Panitia MIka Sapan, Sekjen Forkom LKN Papua, H Junaedi Rahim dan Forkompinda membuka Musda V IKT Papua di Tongkonan Kotaraja, Abepura, Sabtu, 25 Mei 2026.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com – Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V di Tongkonan IKT, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (25/7/2026).

Agenda lima tahunan tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan Ketua IKT Provinsi Papua periode 2026–2031.

Musda V dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua, Matias B. Mano, yang hadir mewakili Gubernur Papua Matius D. Fakhiri. Turut mendampingi Ketua IKT Provinsi Papua Pdt. Dr. Edie Rante Tasak, Ketua Panitia Mika Sapan, unsur Forkopimda, Sekjen Forkom LKN Papua H. Junaedi Rahim, serta para pimpinan paguyuban nusantara di Papua.

Ketua Panitia Musda V IKT Papua, Mika Sapan, mengatakan pelaksanaan Musda merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta menjadi forum untuk memilih kepengurusan baru.

“Musda ini bertujuan melaksanakan amanat AD/ART IKT Provinsi Papua sekaligus memilih pengurus periode 2026–2031,” ujar Mika.

Ia mengungkapkan, terdapat dua kandidat yang resmi maju sebagai calon Ketua IKT Provinsi Papua, yakni Zet Saalino, Kapolres Yahukimo, dan Amos Randalinggi, Ketua IKT Kota Jayapura yang juga dikenal sebagai pengusaha.

Musda diikuti oleh pengurus IKT tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Papua.
Mika berharap seluruh rangkaian Musda berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi semakin maju.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda V ini. Semoga kegiatan ini melahirkan keputusan-keputusan yang bijaksana demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan keluarga Toraja di Papua,” katanya.

Musda Jadi Wadah Evaluasi dan Regenerasi

Ketua IKT Provinsi Papua, Pdt. Dr. Edie Rante Tasak, mengatakan Musda merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan selama periode kepengurusan 2021–2026.

Menurutnya, hasil evaluasi tersebut akan menjadi pijakan bagi pengurus baru dalam melanjutkan program-program yang telah berjalan agar tercipta kesinambungan pelayanan bagi masyarakat Toraja di tanah rantau.

“Kami mengakhiri masa bakti kepengurusan 2021–2026 dan memilih pemimpin baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi,” ujarnya.
Ia menilai kedua calon ketua memiliki kapasitas dan kemampuan memimpin organisasi.

“Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan menjadi pemimpin yang rendah hati, mampu melayani seluruh warga Toraja di perantauan, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat Papua, Forkom LKN, maupun berbagai paguyuban yang ada di Tanah Papua,” katanya.

Edie juga berharap program-program yang telah berjalan, seperti penataan Tongkonan, penguatan komunikasi internal, serta partisipasi dalam pembangunan daerah dapat terus dilanjutkan.

Gubernur Papua Ajak IKT Perkuat Persatuan

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Matias B. Mano, Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Musda V IKT Papua.

Menurut Gubernur, Musda menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, memperkuat konsolidasi internal, menyusun program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memilih kepengurusan yang mampu membawa organisasi semakin maju dan adaptif.

Pemerintah juga menilai IKT Papua telah memberikan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi kemanusiaan yang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Papua.

“Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini ditunjukkan IKT harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” demikian pesan Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Toraja di Papua, untuk terus menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika, memperkuat toleransi, menolak penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta segala bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu persatuan.

Menurutnya, semangat persatuan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni “Papua Cerah, Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni.”
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua berharap IKT terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat hubungan sosial, mengembangkan kegiatan kemasyarakatan, mendorong kewirausahaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta melestarikan budaya sebagai bagian dari kekayaan Papua.

Pemerintah juga berharap Musda V IKT Papua berlangsung demokratis, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan sehingga mampu menghasilkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang memberi manfaat nyata bagi organisasi maupun pembangunan di Provinsi Papua. (bat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *