Kabut Asap Biak Jadi Alarm! Fakhiri Keluarkan Peringatan Keras untuk Warga Papua

Gubernur Papua Matius D Fakhiri ddampingi Bupati Jaypaura, Yunus Wonda saat diwawancarai wartawan.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Biak Numfor menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua. Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Papua tidak menggunakan api untuk membuka kebun maupun membersihkan lahan.

Imbauan tersebut disampaikan Fakhiri di tengah kondisi cuaca panas yang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fakhiri mengatakan telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua mengecek langsung kondisi kebakaran yang terjadi di Biak. Pemerintah, kata dia, tidak ingin kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

“Saya sudah minta dari Kepala BPBD untuk cek. Tentunya kita tidak mau ada kebakaran hutan di Provinsi Papua,” kata Fakhiri.

Menurutnya, kondisi cuaca di setiap wilayah Papua berbeda. Kabupaten Biak Numfor saat ini mengalami suhu yang cukup panas sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Fakhiri Siapkan Langkah Bersama Forkopimda

Untuk mempercepat penanganan kabut asap, Fakhiri berencana mengumpulkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua guna membahas langkah penanganan dan pencegahan karhutla.

“Saya besok akan berusaha mengundang semua Forkopimda, kita bicara tentang bagaimana penanganan kabut asap yang ada di Papua. Ke depan kita tangani bersama dan secara cepat,” ujarnya.

Fakhiri menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko kebakaran.

Karena itu, ia meminta masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar lahan ketika membuka kebun atau membersihkan area pertanian.

Menurut Fakhiri, sisa vegetasi di lahan tidak harus dibakar. Material tersebut dapat dibiarkan membusuk secara alami sehingga menjadi humus yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

“Jangan main bakar-bakar, ini berisiko pada kebakaran hutan. Ini berdampak juga nanti untuk iklim, cuaca yang ada di Papua,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Waspadai Titik Api

Fakhiri mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia menilai pencegahan sejak dini penting dilakukan agar kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, serta kualitas udara.

“Kita harus sama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai kebiasaan membakar lahan justru memicu kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya. (bat)

  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *