Ondofolo Yoka Ajak Masyarakat Adat Papua Perkuat Lumbung Kampung

Ondofolo Yoka David Riki Mebri menyerahkan bantuan beras dan bibit cabai kepada warga dalam acara memperingati Hari Tani Nasional.
banner 120x600

JAYAPURA, Papuaterkini.com — Ondofolo Kampung Yoka, David Riki Mebri, mengajak masyarakat adat di Tanah Papua memperkuat ketahanan pangan berbasis kampung melalui pengembangan lumbung kampung dan pemanfaatan potensi pertanian lokal secara berkelanjutan.

Mebri juga mengajak masyarakat mendukung Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Merauke sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Mebri dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Keondofoloan Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Selasa (22/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menerima bantuan 75 paket bibit cabai dan beras yang diserahkan di Balai Kampung Yoka. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Kampung Yoka.

Mebri mengatakan, penguatan lumbung kampung penting dilakukan untuk menopang ketahanan pangan masyarakat Papua dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan kampung.

Menurutnya, tanah, hutan, air, dan hasil bumi merupakan sumber kehidupan masyarakat Papua yang harus dijaga secara turun-temurun.

“Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Mebri.

Ia menjelaskan, lumbung kampung dapat diperkuat melalui pengembangan berbagai komoditas pangan lokal, seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, cabai, hingga ikan.

Pengembangan pangan lokal tersebut, kata dia, tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga dapat membuka peluang peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat kampung.

Mebri menyebut pemberian bibit cabai kepada masyarakat merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali kebun-kebun kampung yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Pemberian bibit lombok kepada masyarakat menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali kebun-kebun kampung. Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam pembangunan lumbung kampung dengan memadukan pengetahuan leluhur mengenai tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air dengan pengetahuan serta teknologi masa kini.

Mebri juga mendorong keterlibatan generasi muda agar sektor pertanian dapat menjadi ruang untuk berkarya, berinovasi, sekaligus membangun ekonomi kampung.

Menurut Mebri, penguatan lumbung kampung sejalan dengan upaya memperkuat kemandirian pangan nasional, termasuk melalui PSN Food Estate di Kabupaten Merauke. Karena itu, ia mengajak masyarakat adat tidak hanya membangun ketahanan pangan dari tingkat kampung, tetapi juga memberikan dukungan terhadap program strategis nasional tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan di Tanah Papua.

“Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung yang kuat,” pungkasnya.(bat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *