BIAK, Papuaterkini.com – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C.R. Kapissa, SH, yang mewakili Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, di halaman SD YPPK Santo Yoseph 2 Biak, Sabtu (31/10/2026).
Dalam ajang yang berlangsung selama empat hari tersebut, kontingen Kota Jayapura berhasil meraih gelar juara umum Pesparani Katolik II Provinsi Papua Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Jimmy C.R. Kapissa menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia penyelenggara, Gereja Katolik, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, Gereja Katolik, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh sehingga Pesparani kedua ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan, menjadi tuan rumah bukanlah perkara mudah karena membutuhkan tenaga, waktu, pikiran, pengorbanan, serta kebersamaan dari seluruh pihak.
Menurutnya, masyarakat Biak Numfor telah menunjukkan keramahan dan semangat persaudaraan dengan membuka pintu rumah serta hati untuk menerima seluruh kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Papua.
“Biak Numfor telah menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, pelayanan, dan persaudaraan, kita mampu menyelenggarakan perhelatan iman yang membawa sukacita bagi seluruh Papua,” katanya.
Jimmy menegaskan, Pesparani bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan juga menjadi wadah pembinaan iman, pengembangan potensi umat, serta pelestarian musik liturgi sebagai bagian penting dalam kehidupan menggereja.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh kontingen yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kategori perlombaan.
“Jadikan keberhasilan ini sebagai amanah dan tanggung jawab untuk membawa nama baik Provinsi Papua pada Pesparani tingkat nasional di Manado tahun 2027. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan dan kekompakan, serta persiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” pesannya.
Sementara bagi kontingen yang belum berhasil meraih juara, Jimmy berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat mengembangkan kemampuan untuk mengikuti ajang serupa pada kesempatan mendatang.
Ia berharap semangat Pesparani dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun Papua yang damai, rukun, harmonis, dan penuh kasih.
“Saya berharap semangat Pesparani ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membangun Papua yang lebih damai, rukun, harmonis, dan penuh kasih,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani II Provinsi Papua, Arnold Tethool, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga merupakan perayaan iman, sarana pengembangan generasi muda, serta ruang perjumpaan umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota di Papua.
Menurutnya, Pesparani menjadi wujud nyata persaudaraan di tengah keberagaman budaya Papua.
“Pesparani merupakan wujud nyata persaudaraan di tengah keberagaman budaya Papua. Hasil kegiatan ini menjadi dasar pembentukan dan pembinaan kontingen Provinsi Papua untuk mengikuti Pesparani tingkat nasional tahun 2027 di Kota Manado, Sulawesi Utara,” jelasnya.
Arnold menjelaskan, perlombaan Pesparani II Provinsi Papua berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Oktober 2026. Jumlah peserta lomba dan panitia yang terlibat mencapai 706 orang, berasal dari enam kabupaten dan kota di Provinsi Papua.
Dengan berakhirnya Pesparani Katolik II ini, diharapkan pembinaan umat dan pengembangan seni musik liturgi di Papua semakin meningkat, sekaligus mempersiapkan kontingen terbaik untuk berlaga pada Pesparani tingkat nasional di Manado tahun 2027. (un)















