BIAK, Papuaterkini.com – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menjalin kerjasama dengan Perum Damri Cabang Biak dalam rangka memberikan layanan angkutan secara gratis bagi anak-anak sekolah yang tinggal di luar kota.
Kerjasama itu dibuat dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman atau MoU oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Kamaruddin, SPd dan Kepala Perum Damri Cabang Biak, Marthen Tandi, disela-sela acara pencanangan Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak, di Halaman Gereja Bethel Kanaan Biak Barat, Selasa. 22 Juli 2025.
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH, MM yang menyaksikan langsung penandatangai MoU itu mengatakan, kerjasama dengan Perum Damri menjadi bagian yang sangat penting dalam menyelesaikan persoalan keselutian angkutan bagi anak sekolah di kampung-kampung.
“Transporasi di kampung-kampung ini kadang sulit, apalagi saat pagi. Untuk itu, pemerintah daerah melihat bagian ini, dan kami mengandeng Perum Dambri untuk mengatasi persoalan ini. Jadi mulai sekarang anak-anak sekolah diangkut oleh mobil Damri,” kata Bupati Mansnembra.
“Perlu juga saya ingatkan kepada anak-anak sekolah supaya stand by lebih awal di titik-titik yang telah ditentukan kalau pagi, supaya tidak ketinggalan bus, kalau jam 7 jadwalnya maka minimal harus sudah menunggu mobil sebelum jam 7,” lanjut Bupati mengingatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin menjelaskan, kerjasama akan berlaku selama enam bulan dan selanjutnya akan diperpanjang.
“Pemerintah daerah menyiapkan anggaran 910 juta yang digunakan Damri sebagai operasional selama enam bulan,mulai bulan ini hingga Desember 2025,” ungkap Kamaruddin.
Menurutnya, ada lima titik yang akan akan dilayani, diantaranya, wilayah Biak bagian Utara, Biak bagian Barat dan sekitarnya, Biak Timur, pinggiran Kota Biak, Yendidori dan sekitarnya serta di Pulau Numfor.
Ditempat yang sama, Kepala Perum Damri Cabang Biak, Marten Tandi mengatakan, ada tujuh armada Damri yang akan disiapkan dalam melayani anak-anak sekolah sesuai dengan titik lokasi yang telah disepakati.
“Kerja sama ini akan memprioritaskan untuk pelajar SMA, tapi untuk layanan di lapangan akan menyesuaikan untuk pelajar lainnya, SD dan SMP. Kalau SD letak sekolahnya tidak jauh, sementara SMA dalam satu distrik hanya 1 SMA,” ujar Marten Tandi.(un)















