JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dalam rangka memperkuat komunikasi antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua menggelar diskusi bertema “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Pemuda dan Mahasiswa” di Asrama Putri Waropen, Waena, Kota Jayapura, Senin (10/11/2025).
Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan Nasional ini dibuka langsung oleh Ketua DPP BMP RI sekaligus Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua, Max Abner Ohee. Diskusi dihadiri puluhan pemuda dan mahasiswa asal Waropen, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo.
Acara dipandu oleh moderator Paul Ohee dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Sekretaris KNPI Papua sekaligus Ketua Pemuda Adat Saireri, Gifli Buney, serta mantan Ketua GMKI Papua, Alex Noya.
Ketua DPD BMP Provinsi Papua, Yeri Hamadi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Papua merupakan bagian sah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum.
“Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat Papua bahwa jalan terbuka untuk menolak semua tindakan oknum atau pihak-pihak yang melaksanakan kegiatan di luar aturan undang-undang yang berlaku di NKRI,” ujar Yeri dalam konferensi pers usai kegiatan.
Menurutnya, kehadiran BMP di tengah masyarakat, mahasiswa, dan pemuda diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah.
“Pada momentum Hari Pahlawan ini, saya tegaskan bahwa Papua sudah final menjadi bagian NKRI. Bagi pemuda dan tokoh intelektual, kita semua harus bersinergi. Jangan lagi ada pihak yang mencoba memecah belah,” lanjutnya.
Yeri menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada diskusi wawasan kebangsaan, tetapi juga disertai pembagian bantuan sosial dan doorprize bagi penghuni asrama.
Wakil Ketua DPD BMP Provinsi Papua, Paul Ohee, turut menekankan pentingnya membangun semangat nasionalisme di kalangan pemuda Papua. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan dalam bingkai persatuan nasional.
“Harapan kita bahwa generasi muda Papua akan menjadi pemimpin Tanah Papua dalam bingkai NKRI yang kita sama-sama jaga dan cintai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asrama Putri Waropen, Veronika Rabrageri, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai diskusi mampu menumbuhkan kesadaran historis dan nilai kebangsaan bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini membantu penghuni asrama menghargai perjuangan para pahlawan, serta menumbuhkan persatuan dan tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita mereka,” kata Veronika.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan bentuk program yang lebih variatif.
“Mungkin bisa dilanjutkan dengan lomba atau kegiatan lainnya agar semangat kebangsaan tetap terpelihara,” tambahnya. (bat)















