JAYAPURA, Papuaterkini.com – Semilir angin Teluk Youtefa menyapu Kampung Enggros pada suatu sore yang damai. Di antara riak air yang tenang, terdengar tawa anak-anak yang memenuhi perahu kayu—ruang belajar unik yang dikenal sebagai Perpustakaan Terapung Satuan Polairud Polresta Jayapura Kota.
Hari itu, suasana semakin hangat dengan kehadiran Bhabinkamtibmas Kampung Enggros, Aipda Imron Kurniawan, bersama dua jurnalis Papua, A. Buendi Ginting dan Robert Yewen.
Mereka datang bukan sekadar berkunjung. Mereka membawa bingkisan Natal berisi susu, alat tulis, dan camilan—hadiah sederhana namun penuh makna bagi anak-anak pesisir yang haus akan ilmu.
Ruang Belajar Terapung yang Menghidupkan Semangat Anak-Anak Enggros
Perpustakaan terapung ini bukan hanya tempat membaca. Ini adalah ruang aman, tempat anak-anak mengenal huruf pertama mereka, belajar berhitung, membaca cerita, bahkan berbicara tentang cita-cita mereka.
“Kami ingin anak-anak di Kampung Enggros punya akses belajar yang menyenangkan. Perpustakaan ini terbuka setiap hari untuk semua tingkatan. Ini komitmen kami untuk masa depan mereka,” ujar Aipda Imron.
Senyuman anak-anak yang menerima bingkisan terlihat tulus mata berbinar dan tawa riang mewarnai rumah-rumah panggung di atas air. Kado kecil itu menjadi bukti bahwa perhatian sekecil apa pun dapat memberi dampak besar bagi semangat belajar mereka.
Dua Jurnalis Papua Ikut Menyuarakan Pentingnya Pendidikan
Kehadiran dua jurnalis Papua dalam kegiatan ini menambah cahaya bagi Kampung Enggros. Mereka datang tidak hanya sebagai pembawa berita, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap pendidikan anak-anak pesisir.
“Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak ini punya potensi besar, dan tugas kita adalah memastikan mereka mendapat kesempatan berkembang,” kata Robert Yewen.
Keduanya berharap semakin banyak pihak ikut tergerak untuk mendukung gerakan literasi di wilayah pesisir.
Natal di Enggros: Dirayakan dengan Kepedulian, Bukan Kemewahan
Tak ada panggung, tak ada dekorasi meriah hanya perahu kayu sederhana, buku-buku yang tertata, dan tangan-tangan kecil yang menerima kasih.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CHR, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.
“Kolaborasi antara Pemuda, Polisi, dan Media seperti ini harus terus dijaga. Ini membawa sukacita bagi anak-anak dan meringankan beban mereka,” ujarnya.
Harapan yang Terus Berlayar di Atas Air
Natal di Kampung Enggros tahun ini menjadi pengingat bahwa harapan tidak perlu megah untuk terlihat. Perpustakaan terapung, yang bergerak mengikuti riak air, telah menjadi simbol mimpi dan masa depan anak-anak kampung.
Di atas air yang tenang, harapan itu berlayar menyentuh satu per satu hati anak yang berani bermimpi lebih besar dari ombak kecil di sekitar mereka.(*/bat)















