JAYAPURA, Papuaterkini.com – Keluarga besar Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) Provinsi Papua menggelar Halal Bihalal Akbar di LPTQ Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (25/04/2026).
Kegiatan bertema “Merajut Kerukunan di Hari Kemenangan Idul Fitri 1447 H” ini dihadiri Gubernur Papua yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura H. Rustan Saru, unsur Forkopimda, serta ratusan warga dari berbagai paguyuban Nusantara.
Dalam sambutan Gubernur Papua, Matius D Fakhiri yang dibacakan Christian Sohilait, masyarakat diajak menjadikan momentum halal bihalal sebagai sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah menyampaikan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Momentum Idulfitri ini adalah waktu untuk kembali pada fitrah, menjadi pribadi yang lebih sabar, bersih, dan bertakwa,” ujarnya.
Ia menegaskan, halal bihalal merupakan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai pemaaf dan lapang dada yang diajarkan dalam Al-Qur’an perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Pemerintah Provinsi Papua juga menilai keberadaan berbagai paguyuban, termasuk HKJSM, sebagai kekuatan sosial budaya yang berperan penting dalam pembangunan daerah. Tercatat, sekitar 28 paguyuban berkontribusi dalam pembangunan di Kota Jayapura dan Provinsi Papua.
“Keberagaman ini adalah anugerah yang harus dijaga bersama sebagai kekuatan untuk membangun Papua yang lebih baik,” katanya.
Ketua DPP HKJSM di Tanah Papua, H. Sarminanto, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami warga HKJSM di Tanah Papua akan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dengan landasan keikhlasan dan semangat kebersamaan.
Sementara itu, Ketua DPW HKJSM Provinsi Papua, H. Karsudi, mengatakan halal bihalal akbar ini merupakan agenda rutin tahunan sekaligus penutup rangkaian kegiatan di tingkat paguyuban.
“Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan, serta saling membantu dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial budaya, maupun kemasyarakatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pelestarian budaya Jawa, Sunda, dan Madura di tanah rantau.
Ketua Panitia, Mulyani, menyebut kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian halal bihalal yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kabupaten.
“Setiap tahun kegiatan ini kami agendakan secara akbar sebagai penutup di tingkat provinsi,” ujarnya.
Acara turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya, seperti hadroh, jathilan dari Sentani, serta tari Gandrung, yang menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan sosial lintas suku dan budaya di Papua, serta menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah. (bat)














