BIak, Papuaterkini.com – Anggota Komite II MPR/DPD RI, Lalita melakukan kunjungan kerja dalam masa reses di Kabupaten Biak Numfor selama sepekan. Pada hari kedua kunjungannya, Lalita bersama rombongan bertemu Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan diterima langsung oleh Bupati Markus O. Mansnembra di Gedung Negara BN 01, Rabu (29/04/2026).
Pertemuan yang dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan TNI/Polri, serta sejumlah pejabat daerah itu berlangsung dalam suasana santai dan dialog terbuka. Diskusi diawali dengan pemaparan Bupati terkait kondisi dan potensi daerah, dilanjutkan dengan penjelasan maksud kunjungan oleh Lalita.
Dalam kesempatan tersebut, Markus Mansnembra menyampaikan sejumlah isu strategis, mulai dari sektor perikanan dan pariwisata, transportasi udara, hingga gambaran umum kondisi Kabupaten Biak Numfor saat ini.
Menurutnya, sejumlah sektor unggulan di Biak Numfor belum dikelola secara optimal dan membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk kebijakan maupun regulasi.
“Memang harus diakui kita belum optimal dalam mengelola sektor unggulan. Kami butuh dukungan pemerintah pusat agar potensi ini bisa dimaksimalkan,” ujar Bupati.
Di sektor perikanan, ia menyinggung pengelolaan melalui Biak Mina Jaya (BMJ) pada masa lalu, termasuk keberadaan pabrik pengalengan ikan. Selain itu, Bupati juga mengingat kembali kejayaan Bandara Frans Kaisiepo yang pernah melayani penerbangan internasional.
Ia mengakui, jika dibandingkan dengan masa lalu, kondisi Biak Numfor saat ini mengalami penurunan. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengembalikan kejayaan tersebut melalui komunikasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait di Jakarta.
Bupati pun berharap para senator dari daerah pemilihan Papua, khususnya Lalita, dapat membantu memperjuangkan aspirasi tersebut di tingkat pusat.
“Kami berharap ada dukungan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata. Kami juga berharap Ibu Lalita dapat membantu mengkomunikasikan hal ini sesuai dengan peran dan fungsinya,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Lalita menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Biak Numfor. Ia menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Khusus penambahan volume penerbangan, termasuk Garuda Indonesia, nanti kita bersama ke Kementerian Perhubungan untuk meminta dukungan. Sektor lainnya juga akan kita perjuangkan bersama,” ujar Lalita.
Ia juga menyampaikan kedekatan emosionalnya dengan Biak, yang menjadi salah satu alasan kuat untuk terus memperjuangkan kemajuan daerah tersebut.
“Saya tidak akan lupa Biak. Jejak almarhum mama saya ada di sini, dan saya cinta Biak,” pungkasnya. (bat)














