JAYAPURA, Papuaterkini.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Utara sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan pembangunan di Tanah Papua.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPW Partai NasDem Papua, Jhony Banua Rouw, SE saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai NasDem Papua yang berlangsung di Swiss-Belhotel Papua, Kota Jayapura, Minggu (31/5/2026).
Dalam arahannya, Jhony Banua Rouw yang akrab disapa JBR ini meminta seluruh kader Partai NasDem di Papua untuk menjadikan perjuangan pembentukan Provinsi Papua Utara sebagai agenda politik bersama yang harus diperjuangkan hingga terealisasi.
Menurutnya, Partai NasDem memiliki rekam jejak dalam mendukung pemekaran wilayah di Papua, termasuk pembentukan Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.
“Masih ada satu tugas dan pekerjaan rumah yang belum selesai. Partai NasDem memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan Provinsi Papua Utara. Pemekaran yang telah terjadi di Papua juga merupakan bagian dari perjuangan Partai NasDem,” ujar JBR.
Ia menegaskan, seluruh kader NasDem, baik yang berada di struktur partai maupun yang duduk di lembaga legislatif tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, wajib mengawal dan memperjuangkan aspirasi pemekaran tersebut.
Menurut JBR, wilayah adat Saereri menjadi satu-satunya wilayah adat di Tanah Papua yang hingga kini belum memiliki provinsi sendiri.
“Dari tujuh wilayah adat di Tanah Papua, hanya Saereri yang belum dimekarkan menjadi provinsi. Karena itu, kami menilai masih ada ketidakadilan yang harus diperjuangkan bersama,” katanya.
JBR menjelaskan, pembentukan Provinsi Papua Utara diyakini akan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Saereri.
Ia mencontohkan dampak positif pemekaran yang telah dirasakan daerah-daerah lain di Papua, salah satunya Kota Nabire yang kini memiliki akses penerbangan langsung dari Jakarta.
“Pemekaran akan mendekatkan pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, perputaran ekonomi akan meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat lebih cepat terwujud,” ujarnya.
JBR juga menyoroti masih terbatasnya akses transportasi dan infrastruktur di sejumlah daerah dalam wilayah adat Saereri, seperti Waropen dan Yapen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting perlunya pembentukan Provinsi Papua Utara.
“Saya yakin dengan pemekaran, akses transportasi akan semakin terbuka, pembangunan akan lebih cepat, dan masyarakat bisa merasakan manfaat secara langsung,” katanya.
Ditambahkan, Partai NasDem Papua berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk memperjuangkan terbentuknya Provinsi Papua Utara sebagai langkah menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah adat Saereri. (bat)














