Diduga Bom Meledak di Biak Numfor, Enam Rumah Rusak Parah dan Timbulkan Korban Jiwa

Kondisi pasca terjadinya ledakan keras yang diduga bahan peledak atau bom di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026) pukul 14.45 WIT.
banner 120x600

BIAK, Papuaterkini.com – Ledakan keras yang diduga berasal dari bahan peledak menggegerkan warga di kawasan samping Dinas Perikanan, Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan parah akibat ledakan tersebut. Peristiwa itu juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa serta sejumlah korban luka yang telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu warga yang menjadi korban dan enggan disebutkan namanya mengaku mendengar suara ledakan besar yang diduga berasal dari bawah kolong rumah.

“Kami tiba-tiba mendengar ledakan keras dari bawah rumah. Rumah langsung roboh dan menimpa kami. Ada sekitar enam rumah yang rusak parah akibat ledakan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, SH., S.I.K., M.H., saat berada di lokasi kejadian mengatakan pihak kepolisian bersama TNI dan instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.

“Pada pukul 14.45 WIT kami menerima laporan diduga adanya ledakan di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi. Saat ini kami masih melakukan identifikasi bersama seluruh aparat terkait, termasuk Polres Biak Numfor, Kodim 1708/BN, dan pihak lainnya untuk mengetahui penyebab ledakan,” katanya.

Menurut Kapolres, aparat gabungan telah mengamankan dan mensterilisasi lokasi kejadian guna mendukung proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga berkoordinasi dengan personel Brimob untuk membantu proses identifikasi serta penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban meninggal maupun korban luka masih dalam pendataan petugas. Sementara penyebab ledakan juga belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kejadian guna memudahkan proses identifikasi, evakuasi, dan pengamanan yang sedang dilakukan petugas.

Perkembangan lebih lanjut terkait jumlah korban dan penyebab ledakan akan disampaikan setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.(un)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *